Lombok Post
Giri Menang

Banyak Pejabat Betabek ke Bupati

TUNGGU PELAMAR: Salah satu petugas Pansel tetap stand by menunggu pelamar di sekertariat Pansel di BKD Lobar, kemarin (26/1). Pansel masih membuka pendaftaran sampai tiga hari ke depan terhadap empat jabatan yang belum memenuhi kouta. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

GIRI MENANG – Lelang 10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Lombok Barat semakin menarik. Kasak-kusuk pejabat untuk mendapatkan jabatan tertentu masih saja terjadi.

Hal ini pun diakui Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. Orang nomor satu di Lobar ini mengatakan, sudah banyak pejabat datang betabek. Betabek dalam artian meminta petunjuk sebelum menyerahkan berkas lamaran ke pantia seleksi.

“Ada (pejabat betabek). Sah-sah saja, itu usaha mereka,a�? terang bupati ditemui diruang kerjanya, kemarin (26/1).

Bupati mengatakan, apa yang dilakukan tersebut adalah bagian dari usaha. Namun ia pastikan, terhadap pejabat tersebut, dirinya tetap memberikan jawaban yang sama. Yaitu mendaftar sesuai kemampuan dan ketertarikan.

“Silakan tanya pada mereka. Pasti saya berikan jawaban yang sama. (Jumlahnya) Berapa pejabat, saya lupa,a�? ungkapnya.

Saat ini Pansel tengah bekerja untuk menilai para pejabat yang layak untuk mengisi 10 jabatan lowong tersebut. Tiga besar nanti bakal ditentukan oleh Pansel. Sebelum bupati memilih satu nama yang mengisi SKPD tersebut.

Terhadap empat jabatan yang diperpanjang masa pendaftarannya, sudah diperhitungkan oleh Pansel. Sehingga mutasi diagendakan pertengahan Febaruari. Atau paling lambat digelar akhir Februari mendatang.

Kata Bupati Fauzan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jabatan tidak memenuhi kuota. Pertama karena persyaratan seleksi yang cukup ribet dan menyita waktu. Kedua, karena biaya yang diperlukan cukup tinggi.

a�?Mungkin iya. Karena untuk tes kesehatan menyeluruh kalau saya tidak salah itu membutuhkan anggaran Rp 600 ribu,a�? tukasnya.

Apakah ada intervensi kepada tim Pansel? “Mereka (Pansel) sudah punya prosedur. Standar Operasional Prosedur (SOP) tersendiri. Ada ASN, ada juga Peraturan Pemerintah (PP) 18,a�? tandas mantan Ketua KPU NTB ini.

Kasak-kusuk pejabat untuk mendapatkan jabatan tertentu juga diakui Sekda Lombok Barat H Moch Taufiq. Sekda mengatakan banyak pejabat, calon pelamar datang konsultasi dengannya.

a�?Yang datang banyak. Saya bilang, silakan melamar sesuai kemampuan. Kalau saya arahkan mendaftar di jabatan A atau B. Nanti saya dibilang rekomendasi dong,a�? imbuhnya, Rabu (25/1).

Sekda tidak mempermasalahkan sikap calon pelamar tersebut. Menurutnya apapun yang dilakukan selama dibenarkan oleh undang-undang, itu merupakan usaha. Namun, ia pastikan tim pansel tetap bekerja profesional dan transparan. (zen/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost