Lombok Post
Metropolis

Semua Dokumen Sporadik Tanah Akan Diteliti

Asisten I Setda NTB M Agus Patria SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Pemprov NTB terus meneliti semua dokumen sporadik penguasaan lahan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Hasil kajian ini akan menjadi pedoman bagi tim untuk membayar uang kerahiman kepada warga penguasa lahan.

Asisten I Setda NTB M Agus Patria menjelaskan, pemprov memiliki waktu lima hari ke depan untuk menuntaskan semua dokumen sporadik yang masuk. Setelah itu baru akan terlihat siapa sebenarnya warga yang paling berhak menerima dana Rp 4,5 juta per are tersebut. Sementara yang akan membayar adalah pihak PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

a�?Tim merekomendasikan, membantu mereka untuk melakukan pembayaran,a�? katanya, kemarin (26/1).

Tim akan menentukan siapa penerima dari bukti-bukti yang ada, baik dengan mengkaji dokumen maupun kunjungan ke lapangan. Tapi ia tidak berani berandai-andai, sebab yang menentukan mana sporadik yang asli, tergantung penilaian tim. a�?Saya tidak bisa berandai-andai terhadap fakta hukum, itu tim yang menentukan,a�? katanya.

Penerima uang kerahiman pun tidak mesti satu orang di satu titik, tapi bisa saja banyak orang tergantung pembuktian di lapangan nanti. Bisa saja tanah itu dikuasai banyak orang, masing-masing menguasai beberapa are dalam satu hektare.

Berapapun warga yang akan menerima semua tergantung keaslian dokumen yang dimiliki. a�?Siapa saja yang pernah merawat lahan tersebut, dibuktikan dengan dokumen yang dimiliki,a�? katanya.

Menurutnya, uang kerahiman tersebut merupakan bentuk penghargaan perusahaan terhadap warga yang selama ini telah menjaga dan merawat lahan tersebut. Sebab status lahan sendiri sudah jelas merupakan milik pemerintah. Dokumen sporadik yang dimiliki warga tidak berarti mereka memiliki lahan tersebut. Tapi hanya menguasai sekian tahun dan menjaga lahan tersebut. (ili/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost