Lombok Post
Headline Metropolis

PJU Padam, Kemal Tak Tahu

GELAP GULITA : Sebuah sepeda motor tengah melintas di jalan TGH Faisal, Rabu (26/1). Sementara PJU sepanjang jalan mati total. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan TGH Faisal, Turida, Mataram dalam satu minggu ini selalu mati. Belum ada penjelasan detail apa penyebabnya.

Padahal dari segi urgensi, lampu-lampu PJU ini menerangi bagian dari jalan negara yang notabene butuh penerangan lebih. Kaitannya dengan rate arus lalu lintas yang padat.

Harusnya kawasan ini memang selalu terang. Sehingga bisa mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas dan kejahatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Mataram H Kemal Islam, bahkan mengaku belum mendapat laporan apa penyebab lampu itu mati. a�?Dimana itu?a�? tanya Kemal pada media.

Karena belum mendapat laporan dan mengetahui titik lampu yang mati, Kemal enggan memprediksi apa penyebabnya. Namun, ia menampik ada persoalan dengan tagihan listrik yang belum terbayar. Sehingga memungkinkan pihak PLN melakukan pemutusan secara sepihak.

a�?Sudah tidak ada masalah (tagihan listrik). (Tagihannya) Sekitar Rp 2 miliar. Kalau soal itu (lampu mati) nanti kita chek ya,a�? janjinya.

Manager PLN Rayon Mataram Chaidar Saifullah tidak memberi jawaban secara pasti. Apakah pihaknya yang melakukan pemutusan terhadap lampu PJU di sepanjang jalan itu atau bukan.

Hanya saja, Chaidar membenarkan jika ada beberapa titik PJU di kota yang memang dinilai ilegal dan sudah diputus. Selebihnya Chaidar menjawab tidak tahu. a�?Kemarin sudah kami umumkan soal itu,a�? terang Chaidar.

Tetapi, saat dikofirmasi lampu PJU di sepanjang jalan TGH Faisal apakah salah satu yang diputus PLN? Lagi-lagi Chaidar tak bisa memberi alasan jelas. Ia hanya membenarkan, jika memang ada pemutusan arus listrik dalam dua minggu terakhir.

Tetapi itu, disebutnya karena persoalan teknis yakni terjangan angin. Sehingga ada beberapa jaringan yang terganggu. “Kalau itu (padamnya lampu PJU), kurang tahu ya,a�? kilahnya.

Menariknya, Chaidar juga mengungkapkan ada beberapa kantor dinas yang juga belum bayar listrik. Sayangnya di instansi mana saja yang dimaksud, Chaidar kembali mengaku lupa. Ia hanya ingat alasan yang diberikan pemkot terlambat membayar. Yakni, karena memasuki tahun anggaran baru. a�?Ndak saya hafal,a�? jawabnya singkat.

Ia menambahkan, jika tagihan listrik untuk pemerintah kota tahun ini naik, karena kemungkinan adanya penambahan jumlah titik lampu yang dipasang. Tetapi untuk kesekian kalinya, Chaidar pun tak bisa merinci berapa kenaikan yang dimaksud.

a�?Ada pembengkakan (tagihan). Kami juga tagihkan yang belum terlunasi di tahun sebelumnya, (tapi jumlahnya) tidak hafal,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost