Lombok Post
Selong

Panen Mangga Bisa Tiga Kali Setahun

SOSIALISASI: Peneliti tanaman mangga Fakultas Pertanian Universitas Mataram bersama konsultan pertanian saat memberikan penjelasan kepada para petani Lotim di Gedung Wanita saat acara kampanye ‘Bangga Bertani Mangga’ kemarin (26/1). TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Panen buah mangga kini bisa lebih cepat dari biasanya. Selain itu, panen bisa lebih sering dengan menggunakan teknologi pertanian pembungaan awal. Teknologi ini disebut Early Flowering Technology (EFT).

a�?Teknologi ini adalah pemakaian bertahap menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dengan bahan aktif paclobutrazol dengan cara budidaya yang baik serta pengendalian hama penyakit,a�? kata peneliti bidang pertanian tanaman mangga Universitas Mataram Dr. Zainuri .

Doktor Universitas Queensland Australia ini menjelaskan Indonesia khususnya NTB menjadi daerah penghasil mangga yang cukup besar. Selama lima tahun terakhir NTB mampu memproduksi sebanya 18.520 ton mangga. Sementara Indonesia menjadi Negara penghasil mangga keempat terbesar di dunia dengan hasil panen 2,4 juta metric ton per tahun. Hanya saja saat dipasarkan harga mangga dinilai sangat murah karena panennya bersamaan dengan sejumlah daerah atau wilayah lain.

Karenanya, dengan teknologi pembungaan lebih awal, maka harga mangga bisa diatur. Karena, mangga tersebut tentu banyak dicari dan bisa dinikmati di luar musim panen.

a�?Selain bisa panen lebih awal, tanaman mangga juga bisa lebih sering berbuah. Dalam setahun itu ada tiga kali. Itu sudah kami ujicobakan di petani mangga wilayah Kabupaten Lombok Utara. Makanya sekarang kami sosialisasikan juga di Lotim,a�? kata Dr. Nuri, sapaan karib perempuan asal Sukamulia tersebut.

Sosialisasi teknologi pembungaan awal ini merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro) dalam hal ini Sygenta dan Rainbow Agroscience. Dua perusahaan global ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Keduanya turut terlibat mengkampanyekan bertani mangga dengan pembungaan awal kepada para petani kecil.

Technical Manager Rainbow Agroscience Adi Wihardi mengatakan sebagai permulaan, ia memilih wilayah NTB dan Jawa Timur. a�?Karena di sini punya potensi pertanian yang sangat bagus. Tanaman mangga ini sangat bagus ditanam di tanah yang subur maupun tanah yang kering,a�? jelasnya.

Sehingga diharapkan kehadiran tanaman mangga dengan teknologi pembungaan awal mampu menopang kehidupan ekonomi masyarakat Lotim dan NTB pada umumnya. Mengingat sosialisasi ini juga dilakukan di wilayah Sumbawa.

Sementara Regional Sales Manager Wilayah Nusa Tenggara Sygenta, Khusaeri menerangkan, masyarakat khususnya para petani akan memperoleh keuntungan lebih jika bisa panen di luar musim panen pada umumnya. a�?Sejumlah petani yang telah mencoba teknologi pembungaan lebih awal sudah menikmati hasilnya. Untuk kami terus mendorong lebih banyak petani lagi yang bisa merasakan manfaatnya,a�? jelas dia. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost