Tanjung

Puskesmas Nipah Dijatah Tahun 2018

TANJUNG – Dari delapan puskesmas yang ada di Lombok Utara, masih ada satu belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yakni Puskesmas Nipah. a�?Baru lima yang sudah punya IPAL cair,a�? ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Syamsul Bahri.

Pembangunan IPAL ini bertujuan untuk mengurai limbah cair dari puskesmas. Karena dikhawatirkan bisa mencemari lingkungan dan kesehatan dengan kecenderungan adanya penyakit yang terbawa. Adanya IPAL, higienitas layanan kesehatan lebih terjamin.

Dijelaskan, keberadaan IPAL ini sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan serta menjaga kesehatan masyarakat dan petugas di puskesmas. a�?Kalau IPAL cair ini begitu diolah airnya bisa dimanfaatkan hanya untuk menyiram,a�? katanya.

Rencananya, penambahan IPAL di Puskesmas Nipah akan dilakukan 2018 mendatang setelah puskesmas menjadi rawat inap. a�?Penambahan rawat inap dilakukan 2017 ini, jadi kita upayakan tahun 2018 sudah punya IPAL,a�? tandasnya.

Menurut Syamsul, IPAL yang ada di puskesmas ini sudah standar. Terutama jika melihat dari kunjungan rawat inap. Di mana rata-rata di tiap puskesmas hanya setengah dari total tempat tidur yang terisi setiap harinya.

Sementara itu, terkait IPAL padat khususnya limbah medis, Syamsul menyatakan seluruh puskesmas belum memiliki. Hal ini disebabkan proses pendiriannya masih menunggu pelengkapan persyaratan.

Saat ini, pihaknya masih menggunakan alat pembakar sederhana untuk mengolah limbah medis padat ini. Karena untuk pembakaran limbah medis ini membutuhkan incenerator dan penyediaannya membutuhkan izin seperti UKL/UPL. a�?Kita sedang proses untuk limbah medis padat ini,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Related posts

Pelabuhan Teluk Nare Kumuh

Redaksi Lombok post

Pokdarwis Bentek Tolak Pembangunan PLTMH

Redaksi Lombok post

Kapal Pesiar P&O Kembali Singgah di Lombok

Redaksi Lombok Post