Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Rp 34,6 M untuk Revitalisasi 29 Pasar di NTB

BUTUH REVITALISASI: Kondisi Pasar Sindu yang perlu segera direvitalisasi. Pemerintah menganggarkan dana Rp 1,9 Miliar untuk revitalisasi Pasar Sindu pada 2017. Edy Gustan/Lombok Post

MATARAM – Sebanyak 29 pasar di NTB akan direvitalisasi pada 2017. Pasar-pasar tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota yakni di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah. Selanjutnya di Pulau SumbawaA� juga ada di Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, anggaran untuk revitalisasi pasar bersumber dari APBD masing-masing kabupaten/kota dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Jumlahnya bervariasi antara satu pasar dengan pasar lainnya.

a�?Kalau di Kota Mataram itu ada Pasar Sindu yang akan direvitalisasi dengan dana yang bersumber dari DAK senilai Rp 1,9 miliar,a�? ujar Selly kepada Lombok Post kemarin (26/1).

Dikatakan, total dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi 29 pasar tersebut sebesar Rp 34,6 miliar lebih. Dia optimistis optimalisasi pasar pada 2017 ini bakal sukses sehingga kualitas pasar tradisional di NTB semakin lebih baik.

A�Selly menegaskan pasar merupakan tempat pertukaran barang dengan uang sehingga kondisinya harus nyaman. Dengan adanya revitalisasi tersebut diharapkan para pedagang semakin nyaman dan lebih banyak menarik konsumen untuk membeli.

a�?Kalau untuk pasar di Sumbawa itu ada Pasar Labuhan Sumbawa dan Pasar Kecamatan Alas senilai Rp 1,2 miliar. Revitalisasi ini tentu diharapkan berdampak signifikan terhadap laju perekonomian daerah,a�? papar dia.

Revitalisasi pasar tradisional ini selaras dengan upaya Presiden RI Joko Widodo meningkatkan kualitas pasar tradisional. Bahkan, Jokowi pernah meluncurkan porgram revitalisasi 1000 pasar. Termasuk meresmikan pasar raya Amahami di Kota Bima.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji mengatakan revitalisasi pasar sangat diperlukan untuk menopang pariwisata NTB. Dia mencontohkan pasar Kebon Roek yang kondisinya cukup mengganggu arus lalulintas.

Lagipula, kata dia, Pasar Kebon Roek merupakan salah satu akses terdekat menuju kawan wisata Senggigi Lombok Barat. Tidak hanya direvitalisasi,keberadaan Pasar Kebon Roek itu diharapkan dapat direlokasi sehingga benar-benar dapat berdampak signifikan terhadap kondisi daerah.

a�?Pasar Kebon Roek itu seharusnya direlokasi sedikit ke depan makam Bintaro,a�? tandas dia.

Adapun pasar lainnya dinilai sudah ada yang pernah direvitalisasi sehingga kondisinya masih bagus. Meski begitu, dia mendorong agar pengelola pasar dapat menjaga kebersihan pasar sehingga nyaman digunakan. Dia optimistis ke depan pemerintah Kota Mataram dapat bersinergi dengan Pemprov NTB untu membenahi pasar tradisional di Kota Mataram. (tan/r3)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost