Lombok Post
Bima - Dompu

SKPD Diminta Miliki Buku Pintar

Hj Indah Damayanti Putri Bupati Bima. Yety/ Radar Tambora

BIMA – Sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dikumpulkan di aula rapat Bupati Bima, kemarin. Mereka diminta untuk menjabarkan program kerja selama tahun anggaran 2017.

A�Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri menginginkan ada perubahan terhadap manajemen pemerintahan. Dimana setiap program SKPDA� menganut sistem terbuka dan transparan.

A�”Bupati minta semua bidang memaparkan satu persatu program kerjanya. Jadi tidak ada istilah programA� yang di sembunyikan, semua harus dibuka,” ungkap Kabag Humas Setda Kabupaten Bima Armin Farid pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(26/1).

A�Kata dia, selama ini banyak program kerja setiap SKPD yang kadang tidak diketahui kepala dinas maupun bupati. Jadi langkah bupati mereview program SKPD tersebut untuk menghindari hal itu.

A�”Review ini menghadirkan perangkat dinas. Setiap kabid dan kepala dinas dimintaA� memaparkan program kerjanya di depan bupati dan wakil bupati,” tutur mantan ajudan almarhum Bupati Bima H Ferry Zulkarnain ini.

A�Armin mengaku, sesuai penekanan bupati dan wakil bupati, tahun 2017 merupakan tahun kerja. Artinya, semua pejabat terkait harus siap dengan tugas dan fungsinya.

A�”Langkah review merupakan upaya pimpinan melihat langsung kematangan pejabat yang ditugaskan,” terangnya.

A�Dia menjelaskan, sejauh ini sudah sekitar 14 dinas yang telah direview. Semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Setiap SKPD diharapkan agar mencatat khusus program yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

A�a�?Itu permintaan bupati, agar setiap pelaksanaan program bisa melibatkan beliau. Bupati ingin menyerahkan langsung setiap program yang bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.

A�Selain itu sambung dia, setiap SKPD dituntut memiliki buku pintar. Buku tersebut berisi semua program setiap SKPD. Tujuanya kata dia, untuk mempermudah pengawasan kepala dinas dan bupati.

A�”Dalam buku ini tercantum semua jenis program kerja dan anggaran kegiatan masing-masing SKPD. Buku itu hanya dimiliki bupati dan masing-masing dinas. Tapi jika ada pihak yang membutuhkan bisa diminta,” terangnya.

A�Dia mengatakan, penggunaan buku ini diyakini akan membangun pemerintah yang baik. Sehingga harapan pemerintahan yang baik.

”Insya Allah lewat buku pintar ini, pemerintahan ini akan semakin terbuka dan trasparan,” pungkasnya. (dam/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara