Kriminal

Lagi, WN Malaysia Selundupkan Sabu

MATARAM – Penyelundupan sabu dari Malaysia kembali terjadi. Kali ini pelakunya Mohd Redzuan, 35 tahun, berkewarganegaraan Malaysia. Dia kedapatan membawa sabu seberat 127,44 gram yang ditaruh ke dalam tiga poket berukuran sedang, di Lombok International Airport (LIA). Penangkapan ini dilakukan tim gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Mataram, BNN NTB, Kepolisian, TNI, BIN NTB, dan Angkasa Pura I. Pelaku diringkus sesaat setelah turun dari pesawat Air Asia yang mendarat pukul 19.20 Wita, Senin (23/1).

a�?Saat pemeriksaan fisik itu kita tidak temukan barang yang mencurigakan,a�? kata Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Mataram Andi Herwanto, kemarin (26/1).

Tetapi ketika melakukan pemindaian rontgen terhadap Redzuan, terlihat benda asing di saluran pencernaannya. Karena curiga, petugas meminta pelaku untuk mengeluarkan benda tersebut.

a�?Ternyata itu isinya sabu. Berat kotornya sekitar 134 gram,a�? ujar dia.

Selanjutnya, temuan sabu tersebut ditindaklanjuti aparat hukum. Mereka melakukan pengembangan guna mengetahui siapa pengimpor sabu dari Malaysia ini. Rencana penjebakan kemudian disusun petugas.

Pengembangan petugas berbuah manis. Mereka menangkap Muhammad Yusup dan Riyan Ardiansyah, pada Selasa pagi (24/1) di sebuah hotel di Lombok Tengah.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan uang 18 ribu Ringgit Malaysia. Uang tersebut merupakan pembayaran atas sabu yang dibawa Redzuan dari Malaysia.

a�?Rinciannya 15 ribu ringgit untuk harga sabunya dan 3 ribu ringgit sebagai upah untuk Redzuan,a�? kata Kabid Berantas BNN NTB AKBP Denny Priadi.

Denny mengatakan, dua diantara tiga orang yang ditangkap petugas, yakni Redzuan dan Muhammad Yusup adalah pemain lama. Mereka merupakan residivis pada kasus yang sama.

Yusup misalnya, pria asal Lombok Timur ini sempat menjadi pesakitan di Rutan Selong, Lotim dalam kasus peredaran ganja. Sementara Redzuan, lanjut Denny, dia juga diketahui sebagai residivis pada kasus yang sama. Mengedarkan ganja di Malaysia.

a�?Itu diakui pelaku (Redzuan, Red). Kalau Yusup, baru bebas tujuh bulan lalu,a�? beber Denny.

Lebih lanjut, saat disinggung apakah Redzuan merupakan bandar atau hanya kurir yang bertugas mengantar barang, Denny mengaku masih melakukan pendalaman. Yang pasti, kedatangan Redzuan ke Lombok menggunakan tiket pulang pergi. Sehingga usai melakukan transaksi, dia akan langsung terbang kembali ke Malaysia.

a�?Dia sudah kantongi tiket untuk jadwal penerbangan Selasa (24/1). Jadi dia datang ke Lombok hanya untuk mengantarkan sabu itu,a�? ujarnya.

Atas perbuatannya, Mohd Redzuan terancam hukuman mati. Dia dijerat Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, dan Pasal 115 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(dit/r2)

Related posts

Berprestasi, 25 Polisi Dapat Penghargaan

Redaksi Lombok post

PKN Hutan Sekaroh Rampung

Redaksi Lombok post

Aduh.., Judi Sasar Anak SD

Iklan Lombok Post