Lombok Post
Politika

Dorong Kediri Jadi Kota Santri Bebas Sampah

BANTUAN: Anggota DPR RI Dr H Kurtubi (tengah) bersama sejumlah kepala desa di Kediri, Lobar usai memberikan 10 unit sepeda motor roda tiga pengangkut sampah, Rabu (25/1) lalu. Kurtubi untuk Lombok Post

GIRI MENANG – Anggota DPR RI dapil NTB Dr H Kurtubi kembali memberikan bantuan 10 unit motor roda tiga untuk mengangkut sampah. Kali ini giliran masyarakat Lombok Barat (Lobar) yang dapat bantuan. Bantuan itu diserahkan secara simbolis saat berkunjung ke Desa Kediri, Rabu (25/1) lalu.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah kepala desa. Diantaranya, Kades Kediri Selatan, Montong Are, Bengkel, Lelede, Rumak, Beleke, Kediri Selatan, Gerung Selatan, Gerung, Merembu, dan Kades Desa Banyumulek. Hadir juga pemimpin Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri TGH Safwan Hakim, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya Kurtubi mendorong masyarakat Lobar lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan. Terutama pada musim penghujan, saat ini di mana dapat menciptakan genangan air dan menjadi sumber penyakit.

Dikatakan, pemberian 10 unit sepeda motor roda tiga itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Dia berharap kendaraan pengangkut sampah itu dirawat semaksimal mungkin sehingga dapat dipergunakan dalam waktu lama. “Sebagai kota yang banyak memiliki pondok pesantren,A� Kediri sepantasnya menjadi contoh bagi desa lain untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat, karena kebersihan adalah sebagian dari Iman,” ujar Kurtubi dihadapan masyarakat.

Politisi Partai NasDem ini menilai pentingnya kebersamaan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Kepala desa dan tokoh masyarakat diyakini mampu mendorong masyarakat di masing-masing desa untuk menjaga kebersihan. Salah satunya dengan mengadakan gotong royong.

Tokoh yang dikenal sebagai ahli perminyakan itu juga mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Masyarakat diminta tidak terprovokasi menyusul meningkatnya tensi politik serta maraknya isu sara di media sosial akhir-akhir ini. “Jangan mau dipecah belah, nilai luhur bangsa Indonesia adalah saling menghargai walaupun berbeda suku, agama dan kepercayaan,” paparnya.

Kurtubi juga terlibat dialog dan menyerap aspirasi masyarakat. Terkait kebersihan, umumnya masyarakat Kediri mengeluhkan jauhnya tempat pembuangan akhir (TPA). Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Pemkab Lobar untuk memperhatikan persoalan itu. Dia yakin masyarakat Lobar sangat mencintai kebersihan dan memanfaatkan motor pengangkut sampah itu. (tan/r7/*)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost