Lombok Post
Praya

Ribuan Warga Padati Alun-Alun Tastura

TABLIG AKBAR: Suasana tablig akbar dan penggalangan dana umat di Alun-Alun Tastura, Praya, Lombok Tengah, kemarin (29/1). dedi/Lombok Post

PRAYA – Pelaksanaan tablig akbar dan penggalangan dana korban banjir bandang Bima di Alun-Alun Tastura, Praya, Lombok Tengah (Loteng) berlangsung semarak, aman, dan tertib. Kegiatan yang dihadiri ribuan umat Islam itu, terkumpul bantuan dana sebesar Rp 105 juta.

a�?Alhamdulillah, dalam hitungan jam, kita bisa mengumpulkan dana sebesar itu,a�? kata Sekretaris Panitia Tablig Akbar Dedy A.Z pada Lombok Post, kemarin (29/1).

Selanjutnya, dana tersebut akan disalurkan kepada korban banjir bandang di Bima. Rencananya, dana yang terkumpul akan dibawa pagi ini (30/1) ke Bima dipimpin Ketua GNPF MUI Ustad Bachtiar Nasir dan para ulama lainnya. a�?Walaupun kegiatan kita tidak dihadiri Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, tapi alhamdulillah luar biasa meriah,a�? kata ketua Aliansi Umat Islam (AUI) NTB tersebut.

Apalagi, ribuan umat muslim memenuhi Alun-Alun Tastura. a�?Diperkirakan jumlahnya mencapai 60 ribu orang, datang dari seluruh kabupaten/kota di NTB, bahkan Indonesia,a�? ungkapnya.

Memang Habib Rizieq batal datang ke Lombok. Namun, itu tidak mengurangi semangat umat Islam dari berbagai penjuru datang ke alun-alun yang berada di depan SMAN 1 Praya itu. Menurut Dedy, panitia tablig akbar sebenarnya memperkirakan peserta yang hadir melebihi 100 ribu orang. Namun karena ada indikasi penggembosan, jumlahnya pun menurun.

a�?Saya menyampaikan permohonan maaf, karena saya tidak bisa datang ke Lombok. Insya Allah, selesai Pilkada Jakarta, saya akan hadir,a�? kata Habib Rizieq yang dihubungi para ulama melalui telepon genggamnya dan diperdengarkan melalui pengeras suara. a�?Mari bersama-sama menjaga keutuhan umat Islam,a�? tambah Habib Rizieq.

Dalam kegiatan itu, sempat terjadi kericuhan, karena diduga ada salah satu oknum yang berteriak menolak Habib Rizieq. Untungnya, aparat keamanan bertindak cepat.

Kendati demikian, panitia merasa puas, karena seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib. Apalagi, yang paling berkesan yaitu, ada sebagian dari peserta yang menyiapkan makan siang dan minuman ringan secara gratis. Totalnya, mencapai ratusan ribu bungkus nasi dan air kemasan berbagai macam merek.

Tidak itu saja, pasukan semut yang datang dari sejumlah pondok pesentren (Ponpes) di Pulau Lombok, bekerja secara sukarela menyapu bersih sampah-sampah yang berserakan di lokasi acara, hingga radius 100 meter. a�?Alhamdulillah, terima kasih atas kerja sama semua pihak,a�? kata Dedy.

Pantuan Koran ini, massa berdatangan sejak pukul 07.00 Wita. Tablig akbar dimulai pukul 10.30 Wita, hingga berakhir pukul 16.00 Wita.A� Lantunan kalimat tauhid terus menggema.

Cuaca sangat mendukung kegiatan itu. Langit ditutupi awan, sehingga sinar matahari tidak menyengat. Sejumlah perwakilan massa menuturkan, kondisi seperti itu mirip dengan aksi 212 yang digelar di Silang monas, Jakarta, pada 2 Desember 2016 lalu.

Sebelum memasuki waktu salat Zuhur, para ulama bergiliran menyampaikan tausiahnya. Di antaranya Pimpinan Ponpes As-Syafi’iyah Jakarta KH Abdul Rasyid. Sementara dari Lombok sendiri ada TGH Hasanain Juaini, TGH Ahmad Muchlis, TGH Musleh Kholil, dan sejumlah ulama. Hadir pula pada kesempatan itu Buni Yani.

Begitu memasuki waktu salat Zuhur, massa langsung membentuk shaf-shaf dengan tertib, kemudian mereka menunaikan salat Zuhur berjamaah.

Usai salat Zuhur, giliran Ustad Bachtiar Nasir, Muhammad Zaitun Rasmin, dan lainnya yang menyampaikan tausiahnya. Mereka menyerukan agar umat Islam tetap bersatu padu, tidak boleh terpecah belah karena hal sepele, dan NKRI harga mati.

a�?Saya yakin, kekuatan dan keutuhan umat Islam itu, ada di Pulau Lombok ini,a�? ujar Ketua GNPF MUI Ustad Bachtiar Nasir. Dia menegaskan, jika ada yang berani memecah belah, maka harus dilawan, bagaimana pun caranya.

Sementara, Buni Yani yakin, kebenaran di atas segala-galanya. “Mohon bantu saya melawan kezaliman ini,a�? katanya saat berbicara di atas panggung.

Pria asal Lotim itu mengatakan, saat ini dirinya dihadapkan dengan berbagai persoalan hukum. Namun, ia optimis kebenaran pasti menang. Hal yang sama pula dialami Habib Rizieq dan para ulama besar lainnya di seluruh Indonesia.

a�?Untuk itulah, kita harus bersatu,a�? cetus Ustad M. Zaitun, wakil ketua GNPF MUI. (dss/r5)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost