Lombok Post
Giri Menang

Sempat Dioperasi, Malah Makin Besar

HARAPKAN BANTUAN: Ahmad Yani, warga Dusun Merembu Tengah, Desa Merembu, Kecamatan Labuapi yang menderita tumor di leher. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

Hampir 11 bulan lamanya, benjolan di leher Ahmad Yani terus membesar. Awalnya dia tak merasakan sakit. Namun kini dua benjolan itu membuatnya sulit beraktivitas. Bahkan tidur pun dia kesulitan.

***

AHMADA�Yani, 26 tahun, warga Dusun Merembu Tengah, Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, awalnya tak menyangka jika benjolan kecil di leher kanannya adalah tumor.

Awalnya benjolan itu tidak menyebabkan sakit. Namun kian hari benjolan tersebut makin membesar, sehingga membuatnya semakin kesulitan bergerak. Ia tidak bisa beraktivitas normal seperti dulu. Mencari nafkah untuk istri dan anak.

Saat ditemui di rumahnya belum lama ini, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku, awalnya merasakan benjolan kecil di sisi kanan lehernya. Ia kemudian memeriksakannya ke RSUD Tripat Gerung.

a�?(RSUD Tripat Gerung) dibilang penyakit kelenjar, terus dioperasi,a�? akunya membuka percakapan.

Harapan Ahmad Yani untuk sembuh sempat tinggi. Sayangnya bukannya sembuh yang didapat, setelah operasi kondisinya tak kunjung membaik. Benjolan itu makin membesar. Parahnya lagi, benjolan lain muncul lagi di bagian kiri lehernya.

Ahmad Yani pun sempat dirujuk ke RSUD Provinsi agar mendapat perawatan lebih baik. Hasil pemeriksaan, bapak satu anak ini didiagnosa mengidap radang kronis.

a�?Pihak RSUD Provinsi menyarankan dibawa ke Bali,a�? kenangnya.

Niatnya untuk mendapatkan kesembuhan saat itu semakin sulit. Karena terbentur dengan kondisi keuangan keluarganya. Ahmad Yani yang hanya buruh serabutan memiliki penghasilan tak seberapa. Ditambah lagi dengan kondisi saat itu, ia tidak mampu bekerja.

Meski memiliki niat besar bisa pergi berobat ke Bali. Ahmad Yani kini hanya bisa pasrah. Ia sadar, terbatas finansial. Jangankan berobat, untuk makan sehari-hari, Ahmad Yani harus bergantung dari penghasilan istrinya sebagai pedagang nasi.

Dua benjolan itu telah membuatnya sulit melakukan aktivitas seperti biasa. Hampir selama 11 bulan, ia tidak bisa tidur normal. Penyakit ganas tersebut membuat kepalanya terasa sakit dan nyeri ketika malam tiba.

a�?Saya jarang tidur,a�? ujarnya. (M ZAINUDDIN, GIRI MENANG/r3).

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost