Lombok Post
Bima - Dompu

Korban KDRT Dipasung Tiga Tahun

KUNJUNGI : Kapolres Bima AKBP M Eka Faturrahman beserta istri mengunjungi warga yang dipasung selama tiga tahun di Desa Tente Kecamatan Woha. Kapolres dan istri langsung meminta perempuan itu dibawa ke rumah sakit jiwa. Yety/ Radar Tambora

BIMA a�� Pemasungan orang dengan gangguan jiwa masih saja terjadi. Di Desa Tente, Kecamatan Woha, seorang perempuan, sebut saja Nona, dipasung selama tiga tahun. Perempuan ini dipasung oleh keluarganya lantaran mengidap keterbelakangan mental. Nona stres menghadapi tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kapolres Bima AKBP M Eka Faturrahman didampingi istri Ny Rina Eka, beberapa hari lalu menyempatkan diri mengunjungi warganya yang sakit. Dia adalah seorang perempuan yang selama tiga tahun terakhir dipasung oleh keluarganya.

Saat dikunjungi, Nona mengenakan baju hem kotak a�� kotak dengan celana pendek. Sementara kedua belah kakinya dalam keadaan dipasung. Perempuan yang memiliki rambut ikal sebahu itu sama sekali tidak bisa beranjak dari tempat duduknya.

Kapolres beserta istri tak tega melihat kondisi wanita tersebut. Hingga akhirnya mereka berusaha menggali informasi penyebab dipasungnya wanita tersebut. Jawaban dari keluarga wanita tersebut membuat Ny Rina Eka kaget. Kapolres dan istri langsung memutuskan membawa wanita tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Selagalas Mataram.

a�?Dari pada dipasung seperti ini, lebih baik kita tempatkan diaA� di sana. Kasihan melihat kondisinya seperti ini,a�? ujar Rina sembari meneteskan air mata.

Diakui Ny Rina Eka, wanita yang dipasung itu cukup bersahabat. Terbukti, saat mereka berkunjung wajah sumringah menyambut kehadiran mereka. Bahkan saat diberikan beberapa makanan sebagai oleh a�� oleh, responnya begitu bagus.

Nona diketahui merupakan seorang perempuan yang sebelumnya sudah berkeluarga. Ia mengalami stres karena KDRT yang dilakukan oleh suaminya. Pasung menjadi pilihan terakhir keluarganya, ketika kondisi Nona makin parah.

Kondisi keluarga yang serba kekurangan, membuat Nona terpaksa harus dirawat dengan cara itu. Niat untuk memasukkannya ke rumah sakit jiwa ada. Namun biaya yang dimiliki tidak mendukung.

Kapolres Bima AKBP M Eka Faturrahman yang saat itu mendampingi sang istri mengaku terharu melihat kondisi perempuan tersebut. Ia merupakan korban atas tindak kekerasan sang suami.

Diakui Eka, apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari kegiatan sosial bhayangkari dan Polres Bima. Tujuannya untuk lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat. Serta untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap polisi.

a�?Ini bagian dari aksi sosial kami. Polisi tidak hanya mengurus persoalan keamanan, tapi kami juga memiliki tugas sosial dan peduli dengan masyarakat sekitar,a�? tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bhayangkari Polres Bima Ny Rina Eka. Menurutnya, bhayangkari memiliki kewajiban untuk mendukung kegiatan dan program Polres Bima. Satu diantaranya adalah kegiatan di bidang sosial.

a�?Kami sebagai istri anggota Polri mempunyai tugas untuk membantu kerja suami. Apa yang kami lakukan saat ini merupakan bagian dari hal tersebut,a�? pungkasnya. (yet/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara