Headline Pendidikan

SUNARPI MINTA ANAK MUDA PERANGI NARKOBA

MATARAM – Indonesia memiliki kelebihan luar biasa. Indonesia memiliki bonus demografi terbesar di dunia. Tidak ada negara manapun di dunia ini yang memiliki jumlah generasi muda sebanyak generasi muda Indonesia. a�?Generasi muda inilah yang menjadi tumpuan Indonesia di masa depan. Mereka diharapkan bisa membawa Indonesia menjadi negara maju,a�? kata Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Sunarpi saat A�bersilaturahmi dengan warga di Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (25/1).

Namun demikian kata Rektor, bonus demografi ini bukannya tanpa masalah. Jika salah kelola, bonus demografi justru akan jadi bomerang bagi Indonesia. Terlebih saat ini, generasi muda Indonesia dalam bahaya serius. Mereka jadi incaran para pengedar narkoba. Sebab, generasi muda merupakan pasar potensial peredaran Narkoba dan obat-obat terlarang lainnya.

Persoalan ini pun menjadi perhatian rektor Unram. Menurutnya, generasi muda Indonesia harus diselamatkan dari bahaya laten narkoba. Ia tidak ingin masa depan anak muda hancur gara-gara mengkonsumsi barang haram itu.

Ia mengajak generasi muda ikut memerangi Narkoba. a�?Pengedar narkoba mengincar anak-anak muda sebagai target utama mereka,a�? ujarnya.

A�Narkoba lanjut Rektor, tidak hanya merusak satu dua orang saja. Bahaya narkoba justru bisa merusak peradaban sebuah bangsa. a�?Akibatnya kita akan mengalami lost generation,a�? ungkapnya. Oleh karena itu, Sunarpi ingin pengedar narkoba diberikan hukuman setimpal. a�?Dihukum maksimal,a�? singkat dia.

Ia menawarkan solusi untuk menghidari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ia menyebutkan, pendidikan merupakan kunci untuk menghidari penyalahgunaan narkoba. a�?Masuk sekolah, madrasah, atau majelis taklim, insya Allah bisa terhindar dari gempuran narkobaa�? jelasnya.

Terlebih, pemerintahA� terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tidak hanya sarana dan prasarana ditingkatkan. Tapi akses pendidikan harus dipermudah. Hal ini tidak lain untuk menciptakan generasi emas Indonesia.

Ia menambahkan, kini pemerintah menyediakan beasiswa kepada anak-anak muda Indonesia yang memiliki kemauan kuat untuk kuliah namun tidak memiliki kemampuan secara ekonomi. Mereka bisa kuliah mulai jenjang S1 sampai S3 dan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Mereka pun bisa memilih universitas manapun di seluruh dunia.

Oleh karena itu, menurutnya, anak-anak Indonensia tidak punya alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. (jay/r9)

Related posts

Awas! Pengganti Narkoba Beredar Bebas

Redaksi Lombok Post

Trump Sasaran Anak Kandung Konservatif Sendiri

Redaksi Lombok Post

KLU Punya SLBN

Redaksi Lombok post