Lombok Post
Ekonomi Bisnis

11 Ribu Debitur di Bima Berpotensi Bermasalah

Kepala OJK NTB Yusri.

MATARAM – Dampak dari banjir bandang di Bima akhir tahun lalu, mulai dikalkulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB. Terutama para debitur perbankan.

Berdasarkan laporan yang diterima OJK, jumlah debitur yang terdampak banjir bandang dan berpotensi masalah atau mengalami kerugian, hingga 31 Desember 2016, sekitarA�11.454 orang.

a�?Diperkirakan total nominal debitur yang terdampak banjir bandang di Bima dan berpotensi masalah atau mengalami kerugian berkisar Rp 446,3 miliar,a�? kata Kepala OJK NTB Yusri kemarin.

Ia menjelaskan, OJK Pusat menerbitkan kebijakan khusus untuk daerah yang terdampak bencana alam seperti gempa bumi maupun banjir bandang. Yakni Kabupaten Pidie Jaya, Kota Bima, dan Kabupaten Karo. Kebijakan ini untuk mempercepat pemulihan kinerja perbankan dan kondisi perekonomian pasca bencana alam tersebut.

Perlakuan khusus ini meliputi penilaian kualitas kredit, berupa penetapan kualitas kredit dengan plafon. Aspek lain adalah kualitas kredit yang direstrukturisasi, yakni kualitas kredit bagi bank umum maupun BPR yang direstrukturisasi akibat bencana alam ditetapkan lancar sejak restrukturisasi sampai dengan jangka waktu sesuai keputusan Dewan Komisioner. Restrukturisasi kredit tersebut dapat dilakukan terhadap kredit yang disalurkan baik sebelum maupun sesudah terjadinya bencana.

Selain itu, ada pula aspek pemberian kredit baru terhadap debitur terkena dampak, yakni bank dapat memberikan kredit baru bagi debitur yang terkena dampak bencana alam. Penetapan Kualitas Kredit baru dilakukan secara terpisah dengan kualitas kredit yang telah ada sebelumnya.

a�?Pemberlakuan untuk bank syariah adalah berupa perlakuan khusus terhadap daerah yang terkena bencana alam berlaku bagi penyedia dana berdasarkan prinsip syariah,a�? tambahnya.

Menurutnya sebelumnya dilakukan pendataan jumlah nasabah yang terkena dampak, termasuk potensi kerugiannya. Selanjutnya dilakukan analisis dan kajian untuk menentukan perlakuan khusus.

a�?Kredit debitur dapat diakui lancar selama tiga tahun setelah restrukturisasi,a�? tambahnya. (nur/r3)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost