Lombok Post
Selong

Angin Kencang, Nelayan Lotim Menepi

MESRA SAMPAI TUA: Pasangan nelayan yang ada di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru tampak sibuk memperbaiki jaring yang biasa digunakan menangkap ikan di depan rumahnya beberapa waktu lalu. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Curah hujan tinggi disertai angin kencang membuat para nelayan di Lombok Timur (Lotim) A�tak berani melaut. Akibatnya, sejumlah nelayan berupaya memutar otak mencari pekerjaan lain untuk menutupi kebutuhannya.

a�?Gelombang di tengah laut besar. Kami tidak berani mengambil risiko, makanya ya terpaksa diam di rumah saja,a�? kata Yasin, salah seorang nelayan di Labuhan Lombok.

Sejak awal Januari lalu, kondisi laut sudah mulai kurang bersahabat bagi para nelayan. Angin kencang dan curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya geombang yang cukup besar. Selain itu, hasil tangkapan para nelayan juga mulai berkurang. Bahkan subuh kemarin (31/1), angin yang cukup besar membuat para nelayan tak ada yang berani melaut.

a�?Kalau sudah cuaca seperti ini, ya biasanya kami mancing diam di rumah atau ngurusin budidaya kepiting. Kalau ada kerjaan lain kami kerjakan juga,a�? tutur warga asal Kampung Mandar Desa Seruni Mumbul tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Usaha Kecil Pembudidayaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim, Sabri membenarkan bahwa hampir semua nelayan tak bisa melaut. Situasi ini terjadi di sejumlah desa di enam kecamatan di Lotim. Mulai dai Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, Labuhan Haji, Pringgabaya dan Sambelia. a�?Ini mereka sudah alami hampir setiap tahun. Biasanya cuaca kembali normal sekitar Maret mendatang,a�? ujarnya.

Menghadapi situasi seperti ini, para nelayan ini dijelaskannya sudah mempersiapkan diri. Mulai dari manajemen keuangan hingga melaksanakan aktivitas lain yang bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. a�?Kadang ada yang ke ladang atau sawah, mancing di pinggir laut hingga ada juga yang budidaya ikan kerapu atau lobster,a�? jelasnya.

Meski hasil dari pekerjaan sementara ini tak sebanding dengan hasil ketika melaut, namun Sabri mengungkapkan itu cukup untuk menutupi kebutuhan nelayan sampai cuaca normal. a�?Kalau melaut itu kan mereka bisa dapat 200-250 ribu per hari. Ya kalau untuk mancing di pinggir cukup untuk makan sehari-hari,a�? terangnya.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para nelayan, 3.500 nelayan telah diasuransikan keselamatannya saat melaut. Selain itu, beberapa kelompok nelayan juga telah mendapat bantuan mesin perahu, hingga telah dibuatkan perumahan gratis bagi para nelayan oleh pemerintah.

Saat ini, nelayan yang ada di Lotim berjumlah sekitar 16.800 jiwa. Tahun ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim akan melakukan pendataan secara untuk memvalidasi keberadaan para nelayan ini. Sehingga, memudahkan untuk memberikan program atau menyalurkan A�bantuan kepada mereka nantinya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost