Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Dinas Perindustrian Genjot Enam Komoditas

PRODUK: Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih Parangan menunjukkan produk kerajian berupa tempat kopi buk yang terbuat dari bambu kepada wartawan kemarin (31/1) Edy Gustan/Lombok Post

MATARAM – Dinas Perindustrian NTB fokus mengembangkan enam komuditi pada tahun ini. Keenam komoditi itu adalah kopi, terasi, kerajinan, gula aren, madu, dan permen susu.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih Parangan mengatakan untuk komoditas kopi, Lombok memiliki produk yang pemasarannya sudah berjalan dengan bagus. Dia mencontohkan Kopi Sajang Sembalun yang sudah punya nama. Bahkan, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sudah membina para petani kopi di kawasan tersebut.

a�?Meski begitu, mereka juga mengharapkan partisipasi pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian NTB untuk ikut andil. Salah satunya menyangkut pengemasannya,a�? ujar Baiq Eva kepada wartawan di Mataram (31/1).

Dikatakan, meskipun sudah mempunyai pasar, kopi Sembalun harus dikemas dengan baik. Dia mencontohkan, kemasan kopi saset lebih efesien dan mudah dibawa. Terutama oleh wisatawan yang berkunjung ke Lombok.

a�?Saat ini, kemasan kopi Sembalun masih belum dalam bentuk saset,a�? jelasnya.

Selain itu, untuk memperluas jangkauan pemasaran dan lebih bersaing dengan poroduk luar daerah, pihaknya mendorong agar menambah variasi rasa kopi. Bisa kopi rasa strowbery, rasa coklat, atau varian rasa lain yang lebih memperkaya kopi Lombok.

Lain halnya dengan terasi, Eva menjelaskan sudah banyak produk terasi yang dikemas efesien dan menarik perhatian konsumen. Pasarnya pun sudah beragam bahkan sampai dikirim ke luar daerah. Begitu juga dengan produk lainnya seperti madu, kerajinan, dan permen susu.

Terkait dengan itu, pihaknya lebih fokus untuk melihat standarisasi produk, lebel halal, tanda daftar industri, standardisasi mutu, dan kemasan. Menyangkut kemasan, pihaknya masih membutuhkan penambahan alat kemasan guna menunjang kualitas produk.

a�?Persoalannya memang kita kekurangan peralatan untuk pengemasan. Kami masih berupaya maksimal untuk itu,a�? papar dia.

Tidak saja menjaga kualitas dan kuantitas produk. Dinas Perindustrian NTB juga bertugas untuk menjaga koberlanjutan produk. Di situlah mereka melakukan pembinaan kepada para perajin, terutama industri kecil menengah (IKM).

Ke depannya, Dinas Perindustrian NTB juga membidik sejumlah komoditas lainnya yang berpotensi dikembangkan. Meskipun saat ini pemasaran sudah dilakukan oleh masing-masing IKM, pihaknya tetap berupaya untuk mendorong terciptanya pangsa pasar yang lebih luas.

a�?Untuk itulah diperlukan ibu angkat bagi IKM baik dengan cara menggandeng perbankan maupun BUMN. Syukur kalau Menteri BUMN ibu Rini Soemarno membuka peluang untuk pengembangan sejumlah komditas dari Sembalun tersebut,a�? papar dia. (tan/r3)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost