Metropolis

DKP Kumpulkan Nelayan Lobster

MATARAMA�– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB akan mengumpulkan para nelayan lobster yang berjumlah lima ribu orang lebih. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka mencari solusi terhadap pelarangan menangkap benih lobster oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala DKP NTB H Lalu Hamdi mengatakan, selain meminta kompensasi dari kementerian, pihaknya juga membuka kerja sama dengan PT Perikanan NusantaraDKP dalam rangka membina usaha alternatif bagi nelayan. Baik dalam bentuk sarana usaha maupun permodalan. a�?Hal ini sudah kita koordinasikan dengan perusahaan,a�? katanya, kemarin (31/1).

Pihaknya saat ini sedang mengidentifikasi terlebih dahulu permasalahan dan solusi yang akan diberikan. Menurutnya nelayan akan diberikan pilihan beberapa alternatif. Tapi yang akan diupayakan pemerintah adalah penyediaan sarana bagi nelayan. Di samping itu juga akan dilakukan pemberdayaan bagi istri nelayan. Mereka diarahkan untuk mengolah bahan makanan berbahan ikan sehingga memberikan nilai tambah. Langkah-langkah ini akan ditempuh agar mereka berhenti menangkap benih lobster. a�?Makanya kita akan kumpulkan nelayan baru kita kasi tahu, ini alternatif yang kita berikan, A B C D (solusi) dan seterusnya, mereka yang akan pilih,a�? jelas Hamdi, kemarin (31/1).

Untuk tahap pertama, nelayan yang akan dikumpulkan adalah nelayan di Teluk Awang Lombok Tengah, baru setelah itu nelayan lain di NTB. Total nelayan yang menangkap lobster awalnya sekitar 5.600 orang, sekarang sudah bertambah menjadi 10 ribu lebih.

Revisi Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, tanggal 26 Desember 2016 lalu dinilai semakin memberatkan. Karena pada pasal 7 ditegaskan setiap orang dilarang menjual benih lobster untuk budi daya. Sebelumnya, pasal ini tidak diatur sehingga masih ada harapan bagi warga menangkap benih dengan tujuan budi daya. Tapi sekarang peluang itu sudah tertutup. Akhirnya, pemprov harus berupaya mencari solusi sendiri untuk menenangkan para nelayan yang selama ini terbiasa menangkap dan menjual benih lobster di perairan NTB. (ili/r7)

Related posts

Ribuan Guru Honor Bakal Nganggur, Tak Boleh Ngajar di SMA dan SMK Negeri

Redaksi Lombok Post

Pemprov Anggarkan Rp 1,3 Triliun

Redaksi Lombok post

45 Ribu Anak Miliki KIA

Redaksi LombokPost