Kriminal

Kejati NTB Klaim Selamatkan Rp 9 Miliar

MATARAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menghentikan empat perkara dugaan korupsi di tingkat penyidikan, sepanjang tahun lalu. Penghentian perkara ini, diklaim Kejati sebagai sikap untuk memberikan kepastian hukum terhadap tersangka.

Perkara pertama yang mendapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), adalah kasus dugaan korupsi pembangunan lanjutan gedung asrama PAUDNI. Kasus yang telah menetapkan dua tersangka, yakni Haryanto dan Joko Wiodigdo, dihentikan Maret tahun lalu

Selanjutnya, dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2010 hingga 2014, juga dihentikan. Kasus ini dihentikan, pada Mei 2016.

SP3 lainnya, diberikan untuk kasus dugaan korupsi penyimpangan penganggaran dan penggunanaan belanja dewan dalam APBD NTB tahun 2003. Kasus dengan tersangka Zainal Abidin ini dihentikan Agustus 2016.

Kemudian, Kejati memberikan SP3 pada kasus dugaan gratifikasi penyimpangan pengadaan alat kesehatan RSUP NTB, dihentikan Oktober 2016.

Kajati NTB Tedjolekmono mengatakan, penghentian perkara di tingkat penyidikan, bukan tanpa alasan. Penyidik merasa mempunyai beberapa pertimbangan dalam penghentian suatu perkara.

a�?Kita juga beri kepastian hukum. Itu salah satu kasus bahkan telah disidik sejak 2008,a�? kata Tedjolekmono, saat rilis kinerja Kejati sepanjang 2016 di ruang rapat Kejati NTB, kemarin (31/1).

Terlepas dari penghentian empat perkara dugaan korupsi tersebut, lanjut dia, capaian Kejati NTB dalam penanganan korupsi, cukup baik sepanjang tahun lalu. Untuk tingkat penyelidikan, dari target lima perkara, pihaknya menangani delapan perkara.

a�?Di penyidikan juga seperti itu, dari target anggaran yang hanya lima perkara, kita menangani tujuh kasus,a�? katanya.

Selain peningkatan penanganan jumlah perkara di tingkat penyelidikan dan penyidikan, sepanjang 2016, Kejati juga mengklaim telah berhasil menyelamatkan lebih dari Rp 9 miliar uang negara. Nilai tersebut merupakan kerugian negara yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi.(dit/r2)

Related posts

Ada Bercak Darah

Redaksi Lombok Post

Ahli Ragukan Potential Loss

Redaksi Lombok Post

Cari Senpi, Anjing Pelacak Geledah Rumah

Redaksi Lombok Post