Lombok Post
Sportivo

FAJI NTB Bawa Pulang Medali

JUARA: Tim FAJI NTB putra dan putri foto bersama setelah berhasil meraih juara pada Kejurnas R6 di Sungai Progo, Jogjakarta, Minggu (29/1). Edy For/ Lombok Post

MATARAM – Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia A�(FAJI) NTB memenuhi janjinya untuk membawa pulang medali. Meski berangkat dengan peralatan pas-pasan pada Kejurnas R6 di Sungai Progo, Jogjakarta, aksi mereka cukup membanggakan. Medali perak dan perunggu mampu diraihnya.

Atlet arung jeram NTB mampu memberikan perlawanan bagi Jawa Barat (Jabar). Tim putra junior berhasil menjadi juara umum ketiga dan tim putri juior menjadiA� runner up pada kejuaraan tersebut.

Official tim Arung Jeram kategori putra junior Joe Alfin mengatakan, tim putra mampu bersaing di tiga besar bersama dengan Jabar dan Kalimantan Timur. Tim putra menjadi juara umum setelah mengumpulkan sebanyak 699 poin. a�?Poin kita masih kalah dengan Kalimantan dan Jawa Barat,a�? kata Joe, Selasa (31/1).

Poin yang dikumpulkan dihitung dari beberapa nomor yang diikuti oleh tim putra. Seperti, nomor DRR, Slalom, Head to Head dan sprint. a�?Poin yang kita kumpulkan itu sudah lumayan,a�? ujarnya.

Menurutnya, menjadi juara umum ketiga pada kejurnas kali ini memberikan rasa bangga. a�?Baru pertama kali ikut kita bisa langsung finis di urutan ketiga,a�? jelasnya.

Sementara, official tim Arung Jeram kategori putri junior Hamzan Pitrayadi mengatakan, tim putri memiliki prestasi yang cukup gemilang dibandingkan dengan tim putra. Karena, mereka berhasil menjadi runner up setelah Jawa Barat dengan mengumpulkan 711 poin.

Hamzan menjelaskan, tim putri jabar berhasil mengumpulkan 1000 poin dari seluruh nomor yang mereka ikuti. Meski menjadi runner up, FAJI NTB tetap bangga dengan perjuangan atlet. a�?Mereka mampu bersaing dengan Jabar yang sudah juara dunia,a�? jelasnya.

Menurutnya, FAJI NTB wajar kalah dari Jabar. Karena, dilihat dari segi peralatan tim NTB yang masih jauh jika disbanding dengan daerah lain. Mereka menggunakan alat dayung biasa yang harganya Rp 450 ribu. Sementara mereka sudah menggunakan dayung karbon yang harganya Rp 3,5 juta. a��a��Bagaimana mau menang,a�? terangnya.

Belum lagi soal pengalaman, tentu atlet NTB tertinggal jauh. Ditambah soal pelatih. a�?Kita sampai saat ini belajar otodidak. Ada sih beberapa pelatih dahulunya. Tapi, hanya diajarkan sebentar saja,a�? bebernya.

Dia berharap, pemerintah bisa membantu FAJI NTB untuk membelikan alat-alat, guna menunjang proses latihan dan pembinaan atlet. a�?Mudahan saja KONI NTB bisa membantu kita kedepan,a�? harapnya.

Hasil kejuaraan itu tetap akan menjadi evaluasi. Karena, beberapa bulan lagi mereka akan menghadapi Kejurnas R4 di Jawa Timur ,Mei mendatang.A� (arl/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post