Lombok Post
Kriminal

Kasus Bansos KLU Dihentikan

TEDJOLEKMONO. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Lombok Utara (KLU), a�?masuk kotaka�? Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Jaksa menghentikan perkara tersebut dikarenakan telah melampaui tenggat waktu pengumpulan data. Sementara bukti yang berhasil didapat dianggap tak mencukupi.

Kajati NTB Tedjolekmono mengatakan, penghentian penanganan dugaan korupsi dana bansos hanya bersifat sementara. Sebab, Intelijen Kejati NTB tidak menemukan cukup bukti untuk menaikkan status perkara ke tingkat penyelidikan.

a�?Sementara dihentikan, karena tidak cukup bukti,a�? kata Tedjo.

Tedjo mengatakan, kejaksaan telah berupaya mengumpulkan data guna menelisik dugaan korupsi bansos yang digelontorkan di 2015 lalu. Namun, lanjut dia, karena penghentian penanganan ini bersifat sementara, pihaknya tidak menutup kemungkinan kasus bisa dibuka kembali. Ini berlaku jika jaksa menemukan bukti tambahan.

a�?Bisa kami lanjutkan, kalau nanti ada data-data tambahan,a�? ujar dia.

Sedikit mengulas, kasus dugaan korupsi dana bansos KLU mulai digarap kejaksaan sejak 2016 kemarin. Perkara ini ditangani jaksa usai terkait adanya dugaan penyimpangan dana bansos 2015 yang digelontorkan dalam dua tahap.

Untuk tahap pertama, Pemkab Lombok Utara menggelontorkan anggaran Rp 3,7 miliar dari APBD 2015. Dana tersebut keluar berdasarkan SK Bupati Lombok Utara, yang ketika itu dijabat Djohan Syamsu.

Anggaran sebesar Rp 3,7 miliar itu, diperuntukkan bagi tempat ibadah dan organisasi masyarakat. Penerimanya diketahui sebanyak 56 kelompok.

Angka tersebut kemudian bertambah menjadi Rp 10 miliar lebih, saat KLU dipimpin pejabat sementara Ashari. Penambahan anggaran dikarenakan adanya penambahan sejumlah item. Antara lain, dana kelompok usaha bersama, dana partai politik, dan dana rehabilitasi rumah tidak layak huni.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost