Lombok Post
Kriminal

Ini Penjual Mako Gorilla di Mataram

DIDIT/LOMBOK POST TEMBAKAU GORILLA: Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto saat melakukan ekspose penangkapan dua terduga pengedar tembakau gorilla, di kantor BNN NTB, Mataram, kemarin (1/2). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Dua pengedar tembakau (mako) gorilla dengan inisial DH dan S, dibekuk petugas BNN Kota Mataram. Mereka ditangkap bersama tembakau gorilla yang dikemas dalam 31 kantong plastik bening, seberat 9,36 gram.

Sejak ditetapkan sebagai golongan narkotika awal Januari tahun ini, petugas langsung melakukan penyelidikan. Sebab, tembakau gorilla ditengarai telah beredar lama di Kota Mataram.

Hasilnya petugas mendapat informasi jika DH dan S, yang bekerja sebagai pelayan warung kaki lima di Jalan Pejanggik, diduga menjual tembakau gorilla.

Informasi tersebut ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap keduanya, sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu (25/1). Saat penggeledahan itu petugas menemukan narkotika jenis ganja sintetis di dalam bungkus rokok, seberat 9,36 gram.

a�?Disamping mengedarkan, mereka ternyata pemakai juga,a�? kata Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto, kemarin (1/2).

Dalam mengedarkan barang haram tersebut, kedua pelaku menginformasikan dari mulut ke mulut. Jika ada pembeli yang berminat, mereka datang langsung ke tempat DH dan S bekerja. Satu poket dengan berat 0,36 gram dijual Rp 20 ribu.

a�?Warung itu digunakan sebagai tempat transaksi,a�? ujar dia.

Sukisto mengatakan, barang bukti yang mereka dapatkan telah melalui tes di laboratorium BNN Pusat di Jakarta. Hasil laboratorium membenarkan jika barang haram tersebut merupakan tembakau gorilla.

Sementara itu, Kabid Berantas BNN NTB AKBP Denny Priadi mengatakan, petugas kini mengincar pemasok tembakau gorilla kepada DH dan S. Dari pengakuan pelaku, mereka mendapatkan tembakau N (inisial, Red), dengan harga per poketnya Rp 200 ribu.

a�?Untuk pemasoknya masih buron,a�? kata Denny.

Untuk wilayah Kota Mataram, lanjut Denny, tembakau gorilla mempunyai beberapa varian nama. Tembakau gorilla yang dijual kedua pelaku, biasa disebut dengan Tembakau Ganesha. Nama lainnya, seperti Sun Go Kong, Natareja, Tembakau Super, dan Tembakau Sehat.

a�?Mereka beli dari N itu dengan nama Tembakau Ganesha,a�? katanya.

Atas perbuatan kedua orang ini, mereka dijerat dengan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukumannya minimal lima tahun penjara.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost