Lombok Post
Metropolis

Semua Punya Kesempatan

APEL: Sejumlah PNS Pemkot Mataram saat mengukuti upacara di Kantor Wali Kota Mataram, beberapa waktu lalu. demi memilih pejabat terbaik, pemerintah kini tengah melakukan seleksi 10 posisi jabatan eselon IIB. Ivan/Lombok Post

MATARAM – Lelang jabatan Pemkot Mataram untuk memilih pejabat eselon II B memasuki babak baru. Perpanjangan masa pendaftaran terhadap tujuhA� dari 10 posisi yang diseleksi harusnya bisa dimanfaatkan para PNS yang merasa memiliki kemampuan.

“Silakan saja yang berminat dan merasa mampu,a�? kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

Ahyar menjamin tak ada istilah titipan. Dia juga menegaskan hingga kini belum ada nama yang dipilih untuk mengisi jabatan yang kosong. Semuanya diserahkan pada mekanisme yang ada. Menampik isu intervensi, wali kota seolah ingin membuktikan kalau dirinya tengah mencari pejabat terbaik. a�?Yang kita pilih adalah yang terbaik dan yang ada,a�? katanya mantap.

Bappeda yang baru didaftar oleh satu pelamar, Balitbang dua pelamar, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM tiga pelamar. Ada juga Dinas Pemuda dan Olahraga tiga pelamar, Dinas Lingkungan Hidup dua pelamar, Dinas Perdagangan tiga pelamar, dan Dinas Pemadam Kebakaran satu pelamar memang belum memenuhi syarat.

Aturan menyebutkan setidaknya harus ada empat pelamar, baru tahapan bisa dilanjutkan. a�?Karena kurang, ya kita perpanjang waktunya,a�? kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menjelaskan mekanisme yang berlaku saat rapat gabungan Selasa (31/1) lalu.

Menurut Ahyar, dengan memilih orang-orang terbaik, percepatan roda birokrasi bisa digenjot. Tujuan akhirnya jelas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ujungnya, masyarakatlah yang diuntungkan dengan kinerja birokrasi yang maksimal. “Semua punya kesempatan yang sama,a�? ujarnya.

Dosen Pemikiran Politik Islam IAIN Mataram Agus mengatakan, sesuai semangat birokrasi, Ahyar diminta membebaskan birokrasi dari kepentingan politik.

Karena wali kota adalah jabatan politik, ia menyadari sulit dihindari adanya orientasi politik itu. Termasuk dalam hal ini, kebijakan mutasi birokrasi. a�?Apa lagi posisi birokrasi sangat strategis dalam sistem politik kita,a�? ujarnya.

Selain karena menguasai anggaran, birokrasi juga memiliki peran penting lantaran menjadi pelayan publik yang bersentuhan langsung.A� Mereka juga menjadi implementaror kebijakan. Fungsi tersebutA� menyebabkan birokrasi sangat dekat dengan masyarakat. a�?Maka efektif mempengaruhi pemilih,a�? ujarnya.

Menurutnya, semangat pengabdian dengan prinsip the right man on the right place harus dikedepankan. Dengan menempatkan orang-orang terbaik, kendati kerap berbenturan dengan sejumlah kepenting pragmatis, maka akan tercipta tata kelola birokrasi yang mumpuni. a�?Harus dibuktikan bahwa wali kota memilih orang-orang yang tepat,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost