Lombok Post
Praya

Wabup Sindir Barisan Pejabat Sakit Hati

PRAYA – Pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng), akhirnya memiliki status jabatan, tidak lagi terkatung-katung menjadi staf. Itu setelah, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri mengambil sumpah dan jabatan 805 orang kabag, kabid, kasi, kepala UPT, camat dan sekcam di aula kampus IPDN, Rabu malam (1/2).

a�?Saya yakin, dari 805 orang ini pasti ada yang kecewa dengan posisi jabatannya sekarang. Saya tahu itu, siapa saja,a�? kata Pathul dalam sambutannya.

Ia menekankan, dimana pun posisi jabatan yang diemban saat ini, jangan dikeluhkan. Wabup meminta tugas dan fungsi jabatan dijalankan dengan baik. Karena, apa pun jabatan yang diemban, itu adalah amanahA� dan bagian dari ibadah. a�?Mohon maafkan saya dan bupati, jika ada yang merasa kecewa,a�? serunya.

Kendati demikiam, kata Pathul jika kecewa dan marah, sebaiknya diluapkan saja ke bupati dan wakil bupati langsung. Jangan diluapkan ke pekerjaan, karena berdampak pada program kerja pemerintah. a�?Ingat, perjalanan saudara semua masih panjang. Kalau saya dan bupati, hanya lima tahun saja,a�? kata Pathul.

Banyaknya pergeseran posisi, terang Pathul karena penerapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ketentuan Undang-undang ASN. Contohnya, ada tiga SKPD yang digabung menjadi satu. Kemudian, ada penambahan UPT di Dinas Pertanian dan ada pula posisi kosong karena ditinggal pensiun.

a�?Sekali lagi, kami berdua menyampaikan permohonan maaf,a�? seru Pathul lagi.

Lebih lanjut, orang nomor dua di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu berharap, agar seluruh pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya, menjalankan roda organisasi pemerintahan sesuai tupoksi masing-masing.

a�?Untuk itu, mari kita bangun daerah kita tercinta ini, dengan semangat kekompakan dan kebersamaan,a�? ujar Pathul.

Sementara itu, Sekda HM Nursiah mengatakan, momen mutasi yang digelar awal bulan ini, cukup tepat untuk membangun semangat baru, tidak ada kata terlambat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Bagi pejabat diposisi baru, diminta langsung bekerja.

a�?Tetap mengedepankan integritas, profesionalitas, akuntabel, transparan dan bersih,a�? kata orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut.

Ia menekankan, program yang sudah terencana maupun tidak, wajib dilaksanakan secara terbuka, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Yang tidak kalah pentingnya juga, jangan pernah puas dengan pekerjaan yang sudah dihasilkan. a�?Tetaplah belajar,a�? pesan Nursiah.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost