Lombok Post
Tanjung

Data Situs Budaya, Disbudpar Turunkan Tim

AKAN DIDATA: Seorang siswa berdiri di masjid kuno Barung Birak, beberapa waktu lalu. Inilah salah satu situs budaya Lombok Utara yang akan didata oleh Disbudpar. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNGA�– Lombok Utara memiliki banyak situs budaya dan kesenian. Namun saat ini belum semuanya terdata dengan baik. Untuk itu, Disbudpar Lombok Utara menurunkan tim untuk melakukan pendataan situs-situs budaya dan seni yang berada di lima kecamatan. a�?Tim ini diberi waktu dua minggu untuk mencatat nama-nama situs tersebut. Mereka sudah mulai bekerja sejak Kamis (2/2),a�? ujar Plt Kepala Disbudpar Lombok Utara Baiq Prita Setiati, kemarin (3/2).

Dijelaskan, tim yang terdiri dari 15 orang ini nantinya akan dibagi di lima kecamatan yang ada di Lombok Utara. Tim juga akan menyasar seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data yang jelas dan detail. Sebab data situs yang ada saat ini masih belum lengkap dan akurat.

a�?Pendataan lengkap ini kita mulai awal tahun ini. Terlebih sekarang sudah ada bidang kebudayaan yang bergabung,a�? katanya.

Perempuan yang akrab disapa Tata ini mengungkapkan, bidang kebudayaan yang ada di Disbudpar memiliki tentu memilik tupoksi sendiri. Dari hasil pendataan yang dilakukan ini, selanjutnya akan diberikan pembinaan terhadap pemeliharaan budaya maupun kesenian. a�?Di sini (Lombok Utara) banyak sekali budaya dan seni. Makanya kita juga akan memberikan pembinaan,a�? tutur perempuan berhijab ini.

Lebih lanjut, Tata mengungkapkan, jumlah orang yang diturunkan saat ini masih minim. Ini mengingat jumlah desa yang ada di Lombok Utara cukup banyak dengan areal kawasan sangat luas.

Ke depan, pihaknya juga akan melibatkan desa untuk bersama melakukan pendataan lebih komprehensif. a�?Pasti ada tahap lanjutan untuk pendataan lebih detail,a�? katanya.

Jika pendataan situs budaya dan seni sudah tuntas, pihaknya akan melakukan penataan. Sehingga bisa menjadi objek wisata dari aspek sosial budaya dan seni. a�?Ini nanti akan menjadi objek kebudayaan dan kesenian,a�? cetusnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost