Lombok Post
Pendidikan

K13, Guru Aplikasikan Pendidikan Karakter

HARUS MEMBERIKAN CONTOH: Ratusan guru Kecamatan Ampenan diberikan arahan aplikasi kurikulum 2013 oleh Dikbud Kota Mataram di SDN 7 Ampenan. Rojai/Lombok Post

MATARAM – Menjadi seorang guru tidaklah mudah. Guru mempunyai banyak peranan. Diantaranya sebagai pengajar, pembimbing, dan A�pemimpin.

a�?Selain itu harus menjadi contoh. Mustahil murid akan menjaga kebersihan apabila gurunya membuang sampah sembarang,a�? kata Kabid Dikdas Dikbud Kota Mataram HL Mohammad Sidik dihadapan ratusan guru SD Kecamatan Ampenan, kemarin (3/1).

Pendidikan karakter merupakan salah satu target dari pelaksanaan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan sejak Agustus 2014 lalu. Dalam praktiknya, guru adalah ujung tombak pembentukan karakter murid di sekolah.

Sidik mengatakan, guru dituntut mengajarkan berbagai hal kepada murid. Sehingga nantinya bisa menghadapi tantangan zaman yang sudah berkembang. Di Ampenan yang daerah pesisir banyak ditemukan anak todak memiliki karakter baik. Di sepanjang pantai Ampenan pasti akan menemukan anak perempuan memakai celana seadanya.

a�?Ini bukti pendidikan karakter di sekolah tidak jalan,a�? sebut dia.

Lebih lanjut, guru tidak hanya memberikan petunjuk kepada muridnya. Tetapi guru juga harus bisa membimbing dan menemani murid dalam melangkah. Menentukan kemana arah muridnya akan mengembangkan bakat-bakatnya.

a�?Tugas guru bukan hanya mengajar di dalam kelas lalu selesai,a�? ucap dia.

Didalam kegiatan belajar mengajar (KBM) guru menentukan langkah kemana arah murid. Guru harus bisa memberikan karakter yang baik dihadapan murid. Jangan hanya meminta mereka melakukan tugas tanpa guru mencotohkan. Tidak mungkin murid akan membuang sampah sembarang di sekolah jika guru tidak melakukannya. Jadi, guru di sekolah harus memberikan contoh yang baik. Apa yang akan dilakukan seorang guru akan dilihat murid. Sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran murid kelak.

a�?Guru harus menjaga tingkah laku, kepribadian dihadapan murid,a�? ujar dia.

Sidik melihat belakangan ini guru jarang memikirkan apa yang menjadi tugas seoarng guru. Ia hanya mengajar didalam kelas lalu selesai. Sementara gaji dan tunjangan sertifikasi tetap lancar.

a�?Jika sertifikasinya tidak lancar pasti akan ke dinas,a�? sebut dia. Biasanya lanjut dia, guru akan datang ke dinas jika memiliki masalah. Jika tidak ada masalah maka mereka (guru) jarang ke dinas.

Sidik meminta guru jangan hanya memikirkan gaji dan tunjangan, tapi bagaimana bisa membawa anak memiliki karakter dengan terjun langsung menjadi contoh.

a�?Kami tak ingin guru hanya memerintah saja tanpa mengaplikasikan kepada murid,a�? tutupnya. (jay/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost