Lombok Post
Politika

Muhtar: Jika Untungkan Partai, Kenapa Tidak

JUAL CAWAGUB: Salah satu baliho Partai Gerindra yang terpasang di Jalan Pejanggik Mataram. Di Pilgub NTB 2018, Partai Gerindra mengubah haluan dengan melirik posisi bakal calon wakil gubernur. Dewi/Lombok Post

MATARAM – Sikap cooling down yang diambil H Willgo Zainar dinilai pengamat politik membawa angin segar. Terutama bagi tokoh eksternal yang berniat menggunakan gerbong Partai Gerindra.

Banyak tokoh yang berkeinginan maju melalui Gerindra. Seperti Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Bupati Loteng HM Suhaili FT, dan tokoh lainnya. Keinginan para tokoh itu melirik Gerindra menjadi energi positif bagi Gerindra secara kepartaian. a�?Silakan saja yang ingin mendaftar, Gerindra terbuka,a�? ujar politisi Partai Gerindra Muhtar, kemarin (3/2).

Dikatakan, Gerindra sangat terbuka terhadap tokoh eksternal, tetapi tidak melupakan kadernya sendiri. Karena tetap akan ada mekanisme partai yang harus dilalui. a�?Akan ada pendaftaran hingga melihat hasil survei elektabilitasnya,a�? kata Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini.

Melihat sejumlah nama yang disebutkan Ketua DPD Partai Gerindra NTB, bagi Muhtar mereka memang kader partai yang sangat siap. Sayangnya, nama-nama tersebut diposisikan ke dalam bakal calon wakil gubernur (bacawagub) di Pilgub NTB 2018. Sehingga menimbulkan spekulasi, bahwa Gerindra tidak siap mencalonkan kadernya sebagai posisi nomor satu.

Menanggapi ini, Muhtar membantah jika kader Gerindra tidak siap. Sebagai kader partai memang harus siap. Melirik posisi satu atau dua nantinya, keputusan ada di DPP. DPP pasti mempertimbangkan posisi mana yang memberi keuntungan bagi partai besutan Prabowo Subianto itu. a�?Tidak ada kader yang tidak siap,a�? tegas Muhtar.

Ia menjelaskan, melihat jumlah kursi ada delapan di DPRD NTB wajar menjadi rebutan beberapa bakal calon. Artinya, partai telah mampu memberikan posisi jual tinggi pada Gerindra. Sehingga posisi satu atau dua di NTB tidak menjadi masalah. Kembali lagi, semua tergantung dari pembicaraan politik antara partai dengan koalisinya. a�?Jika menguntungkan kenapa tidak, kita lihat bargaining politiknya,a�? tukasnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

KPU Sumbawa Gencarkan Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

Redaksi LombokPost

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost