Lombok Post
Politika

Tatap Muka Lebih Ampuh

PANDANGI: Seorang perempuan paro baya tengah memandangi kalender yang memasang wajah Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, beberapa waktu lalu. Facebook Ahyar Abduh

MATARAM – Menjamurnya alat peraga sosialisasi para kandidat kepala daerah jelang Pilkada 2018 dinilai tidak begitu efektif dalam memenangkan suara pemilih. Sebaliknya dengan tatap muka dan intensif menyapa pemilih dianggap jauh lebih ampuh. a�?Menyapa dan tatap muka lebih ampuh ketimbang baliho dan alat sosialisasi lainnya,a�? ungkap pengamat politik NTB dari IAIN Mataram Agus, kemarin (3/2).

Dua strategi ini, jelasnya, dipastikan jauh lebih efektif untuk meraih simpati pemilih. Dengan menyapa dan bertemu langsung, publik biasa berdialog, berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal terkait aspirasi dan harapan mereka.

Dengan demikian, ia berusaha meyakinkan jika simpati masyarakat akan muncul jika pemimpin atau calon pemimpin mendatangi mereka.

Menurutnya, mengajak dialog langsung masyarakat sama halnya dengan melibatkan masyarakat dalam mengambil sebuah keputusan. Sehingga apapun yang diambil pemimpin maka tidak akan mendapat perlawanan dari masyarakat. Sebaliknya, pemimpin akan didukung karena sebelum keputusan diambil masyarakat sudah diajak bicara. a�?Publik atau pemilih dijadikan sumber penting dalam mengambil keputusan,a�? ujar mantan komisioner KPU NTB itu.

Agus berpendapat, adapun spanduk dan baliho yang saat ini bertebaran, jika dibaca dari kacamata komunikasi politik, ada dua pesan yang ingin disampaikan calon. Pertama, niatan calon untuk maju di pilgub kepada parpol. Kedua, calon menyampaikan informasi kepada masyarakat pemilih.

Dalam prosesnya, akan ada dua kemungkinan respons parpol dan pemilih kepada bakal calon tersebut. Layak atau tidak bakal calon tersebut dilirik dan dicalonkan partai. Demikian juga respons masyarakat bisa positif dan negatif.

a�?Meski demikian tak sedikit publik merespons positif keberadaan spanduk dan baliho. Karena menjadi pertimbangan masyarakat memilih calon pemimpin NTB ke depan,a�? jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori mengatakan, pihaknya tidak belum bisa berbuat apapun dengan maraknya pemasangan baliho dan spanduk. Lantaran belum memasuki tahapan pelaksanaan Pilkada.

a�?Itu sepenuhnya menjadi urusan dari pemerintah daerah. Mereka kan belum terdaftar sebagai calon,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

KPU Sumbawa Gencarkan Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

Redaksi LombokPost

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost