Lombok Post
Headline Sumbawa

Bupati Jadi Tour Guide Dadakan

GUIDE : Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin saat memantau ruang kemudi kapal cepat KSB Ekspress yang membawa rombongan wisata keliling Pulau Kenawa dan Paserang, kemarin(5/2). FARUK/RADAR SUMBAWA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak henti-hentinya mengenalkan keindahan Pulau Kenawa dan Paserang. Kali ini, pemerintah sengaja menggelar tour khusus pariwisata menggunakan kapal cepat KSB Expres.

***

Cuaca di Pelabuhan Benete, Kecamatan Maluk siang kemarin dari awal terlihat kurang bersahabat. Tapi tidak menyurutkan ratusan peserta tour wisata menuju pulau Kenawa dan Paserang. Benar saja, baru beberapa menit meninggalkan pelabuhan, kapal cepat KSB Expres yang juga ikut membawa Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin itu dihantam gelombang.

Terlihat jelas raut wajah panik sejumlah pejabat Pemda KSB yang ikut dalam tour tersebut. Gelombang tinggi dari laut selatan KSB Minggu siang kemarin (5/2) membuat kapal terguncang cukup keras. Sesekali, rombongan yang ikut dalam tour tersebut melihat keluar jendala kapal. Jelas sekali terlihat wajah-wajah gelisah dari peserta yang ikut. Memang cuaca Minggu kemarin tidak bersahabat, gelombang tinggi seakan menyambut kapal cepat yang membawa ratusan penumpang itu keluar dari Teluk Benete.

a�?a��Ini sudah biasa, kalau dalam kondisi cuaca seperti ini. Teluk Benete itu ombaknya keras, karena hempasan ombak laut selatan KSB,a��a�� ujar salah satu pemandu melalui pengeras suara.

Di bagian depan kapal, Bupati H Musyafirin didampingi Sekda KSB Abdul Azis, dan Direktur KSB Ekspres Hartono sekali tersenyum kecil, melihat tingkah para peserta yang ikut dalam tour wisata kemarin. Sesekali baik bupati maupun sekda, menghibur hati para peserta agar tidak panik.

a�?a��Jangan dibawa serius, kita nikmati saja perjalanan tour wisata ke Pulau Kenawa dan Paserang ini,a��a�� kata bupati seraya tersenyum.

KSB Espres atau yang biasa juga dikenal dengan Tenggara Satu kemarin melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Kapal yang mampu membawa ratusan penumpang ini perlahan mulai meninggalkan Pelabuhan Benete. Hempasan ombak Teluk Benete sesekali menyapu dinding kapal. Percikan air laut menjadi pemandangan tersendiri dalam perjalanan kemarin(5/2).

a�?a��Kita akan melakukan tour wisata mengelilingi gugusan Gili Balu, khususnya Pulau Kenawa dan Paserang. Dua pulau ini sudah dikenal dunia, nah sekarang pemerintah akan memperkenalkan kepada masyarakat lokal melalui tour wisata menggunakan kapal cepat,a��a�� jelas bupati lagi.

Orang nomor satu KSB ini begitu cekatan menjelaskan semua hal terkait wisata. Siang kemarin, bupati bahkan menjadi tour guide dadakan. a�?a��Silakan bapak ibu selfie, silahkan di upload melalui akun-akun media sosial. Kita kenalkan terus potensi wisata yang ada di daerah kita,a��a�� katanya mengajak.

Bupati berharap, melalui tour wisata ke gugusan Gili Balu, keberadaan pulau-pulau yang masuk dalam wilayah Kecamatan Poto Tano itu bisa lebih dikenal. Terutama masyarakat KSB sendiri.

a�?a��Ini bagian dari upaya kita memajukan pariwisata di KSB. Pariwisata akan menentukan masa depan KSB. Keberadaan tambang saat ini hanya sementara, karena lamban laun, tambang pasti akan habis. Yang memungkin untuk kita kembangkan adalah potensi wisata,a��a�� jelasnya.

Selain jajaran pemerintah KSB, sejumlah investor di sektor perhotelan juga ikut dalam tour kemarin. Rata-rata mereka merupakan investor dari luar negeri yang selama ini cukup lama mengelola potensi wisata di Pantai Sekongkang, Kecamatan Sekongkag. Tidak ketinggalan sejumlah pemerhati wisata lokal juga ikut dalam tour tersebut.

Tour wisata yang dilakukan KSB Ekspres merupakan langkah awal mengembangkan pariwisata KSB. Sekitar 20 menit, kapal cepat yang biasa digunakan untuk melayani penyeberangan karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dari Pelabuhan Benete menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur ini akhirnya mampu melepaskan diri dari ganasnya ombak Teluk Benete. Kapal kemudian melaju mulus dengan mengambil rute Pantai Jelengah.

a�?a��Pantai Jelengah selama ini hanya bisa dilihat dari darat. Nah sekali-sekali kita saksikan langsung dari atas kapal cepat. Bule-bule dari Bali kadang mereka datang menggunakan kapal pesiar hanya untuk bermain ke sini. Saya sekaligus jadi guide ini,a��a�� jelasnya seraya tersenyum.

Bupati santai menjelaskan semua potensi wisata yang ada di KSB. Pria yang juga menyandang gelar Dea Pati Ling Ano Rawi ini juga menjelaskan tentang berbagai upaya dan langkah yang sudah dilakukan pemerintah untuk mempromosikan potensi wisata KSB. Tapi bupati juga tidak menampik, keberadaan tempat wisata di KSB ternyata belum maksimal dipromosikan. Meski sudah dikenal oleh dunia, ternyata sebagian besar tempat wisata di KSB masih ditulis menggunakan nama Kabupaten Sumbawa.

a�?a��Ada poster saya lihat, disitu tulis tempat wisata Pulau Kenawa. Tapi di dalamnya ditulis Kabupaten Sumbawa. Ini tugas Pak Sekda untuk supaya nanti ditulisan Sumbawa itu ada baratnya, supaya KSB juga ikut dikenal,a��a�� katanya.

Untuk mengembangkan potensi wisata ini, bupati mengakui dalam waktu dekat dirinya akan berangkat ke Swedia. a�?a��April atau Mei mendatang saya akan ke Swedia. Untuk belajar tentang wisata termasuk memperkenalkan langsung potensi wisata yang ada di KSB,a��a�� sebutnya.

Saat ini, khususnya Pulau Kenawa tengah dikembangkan PT Eco Solution Lombok (ESL). Mereka akan mengembangkan gugusan Gili Balu sebagai tempat wisata andalan baru di Indonesia.

a�?a��Nanti di Poto Tano juga akan dibangun pelabuhan, sehingga kapal pesiar maupun kapal cepat seperti ini bisa sandar. Di Kenawa saat ini sudah ada satu bangunan, bangunan itu dibangun oleh 43 arsitek terbaik dari berbagai dunia. Nanti kita bisa lihat langsung,a��a�� janjinya. (ABDUL FARUK/R4)

 

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost