Lombok Post
Tanjung

Gak Ada Calo-caloan!

Sekda Lombok Utara H Suardi . Dok

TANJUNGA�– Sebanyak 13 jabatan eselon II di Lombok Utara masih lowong hingga kemarin. Terkait proses pengisian jabatan tersebut, Sekda Lombok Utara H. Suardi menegaskan dilakukan dengan profesional. a�?Tidak ada calo-calo jabatan. Kita tangkap nanti,a�? ujar Suardi, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, bagi PNS yang ingin mengikuti seleksi jabatan harus menyiapkan diri dengan baik. Pahami apa yang akan dijadikan materi seleksi nantinya, persiapkan rencana dan target yang akan dipaparkan. a�?Pegawai tugasnya melaksanakan perintah yang ditugaskan, apa yang diributkan,a�? tandasnya.

Ada 13 jabatan eselon II yang belum terisi atau lowong. Pengisian ini rencananya akan dilakukan melalui Pansel. Sebanyak 13 jabatan yang masih lowong yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika; Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran.

Kemudian ada Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Koperasi, Usaha dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, dan Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan.

Selain itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, dan Kepala Pelaksana BPBD.

Ada dua jabatan eselon II yang bakal lowong karena kepala SKPD masuk usia pensiun. Yakni, Kepala Dinas Dukcapil dan Kepala Dikpora.

Sementara itu, Plt Kepala BKD Lombok Utara Masjudin mengatakan, untuk melaksanakan seleksi terbuka prosedurnya bupati bersurat ke KASN menyampaikan jabatan yang lowong dan rencana proses seleksi. Salah satunya daftar calon panitia seleksi berikut daftar riwayat hidupnya (CV). Tapi untuk mendapatkan CV perlu koordinasi dengan institusi terkait. Misalnya dibutuhkan ahli dari Unram maka harus bersurat, dan inilah yang sedang dalam proses.

Untuk peserta seleksi, nanti yang bisa mengikuti tergantung aturan dan persyaratan. Sedangkan dari persyaratan yang disiapkan ada sekitar 50 orang pejabat eselon III yang bisa mengikuti seleksi.

Tim sendiri setelah dibentuk minimal diisi lima orang dan maksimal sembilan orang. Sedangkan unsurnya, 45 persen internal dan 55 persen eksternal dari unsur independen yakni akademisi, praktisi maupun tokoh. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost