Lombok Post
Bima - Dompu

Penyegelan Kantor Mulai Ada Titik Terang

BIMA – Setelah sekitar dua bulan Kantor UPT Pertanian dan KUA Madapangga disegel,A� pemerintah daerah baru bereaksi.A� Sekda Kabupaten Bima mengadakan pertemuanA� dengan ahli waris pemilikA� lahan. Pertemuan itu dihadiri sejumlah pihak beberapaA� hari lalu.

Dari pertemuan itu menurut Munawir,A� ahli waris pemilik tanah, dicapai beberapa kesepakatan. Diantaranya, Pemerintah Kabupaten Bima mengakui lahan yang ditempati UPT Pertanian dan KUA adalah milik H Majid Arsyad.

“Itu diperkuat pernyataan dari seluruh pihak yang hadir saat rapat tersebut, ” ungkapnyaA� pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(5/2).

Terhadap tuntutan ahliA� waris menuntut ganti rugi atas lahan tersebut, direspons pemerintah daerah. Mereka akan memintaA� tim penaksir harga untuk menghitung harga lahan tersebut sesuai harga standar.

“Tim itu juga yang akan menghitung nilai ganti rugi lahanA� selama 11 tahun ditempati dua kantor tersebut, ” jelas Munawir.

Sementara itu Camat Madapangga Muhammad Safi’i A�membenarkan pertemuan antara pemerintah daerah dengan pemilik lahan. Pertemuan membahas penyegelan dua kantor oleh ahli waris.

“Sudah ada kesepakatan soal lahan. Pemerintah akan membayar ganti rugi berdadarkan hasil perhitungan tim. Kita tungguA� kerja tim tersebut,” pungkasnya. (sya/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara