Lombok Post
Giri Menang Headline

Pilwabup Tidak Sulit, Cuma?

KECEWA: Ratusan warga saat melakukan aksi protes di Gedung DPRD Lobar terkait pilwabup yang belum kunjung terlaksana, belum lama ini,Jumat Kemarin (3/1). ZAINUDDIN/LOMBOK POST

GIRI MENANG – Belum ada tanda-tanda pasti jika Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Lombok Barat (Lobar) bakal segera terlaksana. Karena hingga kini, dua nama calon belum kunjung diajukan partai pengusung.

Kendati Pansus Tata Tertib (Tatib) Pilwabup telah menyelesaikan tugasnya dengan mulus, namun langkah terjal sesungguhnya terjadi saat lima partai pengusung paket Zainy Aroni- H Fauzan Khalid (AZAN) pada Pilkada 2014 lalu, diminta mengusulkan dua nama calon ke Bupati Lombar H Fauzan Khalid.

Sebelum akhirnya salah satu calon dipilih oleh DPRD Lobar. Namun karena berbagai alasan, salah satunya menunggu peraturan pemerintah (PP) Kemendagri turun. Pilwabup Lobar hingga sekarang ini masih digantung.

Menurut Ketua DPRD Lobar Hj Sumiatun, Pilwabup Lobar sebenarnya tidaklah sulit. Namun adanya kepentingan di balik pilwabup inilah yang membuat semakin rumit.

a�?Pilwabup tidak sulit. Asalkan partai pengusung kerja sebagaimana mestinya,a�? terang Sumiatun kepada Lombok Post, Jumat (3/1) lalu.

Dikatakan politisi Partai Golkar ini, berlarutnya Pilwabup Lobar tak akan pernah selesai bila parpol pengusung tidak a�?sejalana�?. Apalagi sampai tidak pernah duduk bersama.

Karena menurutnya, pilwabup ini bukan hanya masalah masyarakat Lobar. Tapi kondisi yang terjadi sekarang, lebih cenderung persoalan politik.

a�?Kalau memang alasan tunggu PP Kemendagri, (PP Kemendagri, Red) itu baru keluar dua tahun lagi. PP bisa diganti oleh undang-undang. Sekarang saya tanya mana lebih tinggi PP atau Undang-Undang,a�? ungkap Sumiatun balik bertanya.

Masalah PP Kemendagri, lanjutnya bukan persoalan utama Pilwabup Lobar. Namun masalah Pilwabup Lobar sekarang, adalah masalah politik. Pilwabup Lobar tidak akan pernah berjalan jika hanya Partai Golkar dan Hanura saja yang bekerja.

a�?Tidak mungkin Fraksi Golkar sama Hanura saja yang berbuat. Kan kita sembilan fraksi di sana (DPRD Lobar),a�? tukasnya.

Sumiatun mengakui, sejauh ini komunikasi lima partai pengusung belum sesuai harapan. Padahal, berhasil tidaknya Pilwabup Lobar tergantung pada partai pengusung. Seperti halnya surat yang dilayangkan oleh Gubernur NTB TGH Zainul Majdi belum lama agar wakil bupati Lobar segera terisi, tidak bisa menjadi intervensi. Tetap bola Pilwabup Lobar adalah partai pengusung.

Sebelumnya Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim pun melontarkan hal yang sama terkait Pilwabup Lobar. Ia menilai, di balik proses Pilwabup Lobar yang terus menggantung, ada tarik-menarik kepentingan.

a�?Justru yang menyandera partai pengusung,a�? tegasnya belum lama ini.

Adapun lima parpol pengusung paket a�?AZANa�? yakni, Demokrat, Hanura, PDIP, Golkar, dan PAN. Namun sejauh ini baru Golkar dan Hanura yang sudah memutuskan mendukung Naufar F Farinduan. (zen/r3)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost