Lombok Post
Ekonomi Bisnis

PLTG Tidak Efesien untuk NTB

Anggota DPR RI Dr H Kurtubi

MATARAMA�– Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di NTB belum beroperasi maksimal. Pembangunannya masih terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RT-RW). A�Tidak hanya itu, PLTG juga dinilai tidak efisien untuk NTB.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI H Kurtubi, efisiensi biaya PLTG sangat bergantung pada harga gas di gate PLTG. Sebab,A� NTB bukan penghasil gas sehinggaA� harus didatangkan ke PLTG dalam bentuk LNG. Prosesnya, gas dari perut bumi yang dicairkan dulu, diangkut ke tujuan dan diubah menjadi gas lagi kemudian dialirkan lewat pipa ke PLTG.

“Saya kira tidak begitu efisien mengingat dana yang akan dikeluarkan sangat besar,” kata Kurtubi kepada wartawan di Mataram.

Dikatakan, pola yang juga menuai biaya tinggi adalah gas dari lapangan dikompres/volume untuk selanjutnya dikecilkan lalu diangkut ke tempat tujuan kemudian tekanan dinormalkan kembali untuk dialirkan ke PLTG. Politisi Partai Nasdem itu mengatakan pada dasarnya harga gas di hulu relatif murah, tapi karena infrastruktur gasnya yang mahal, sehingga harga gas di gate PLTG menjadi sangat mahal.

Kurtubi menjelaskan, boleh jadi harga produksi listrik PLTG akan mirip dengan harga listrik dari solar (PLTD). Terlebih di NTB biaya produksi PLTD sekitar Rp2200/kwh. Sementara PLN menjual listrik seharga Rp1300/kwh.

“Infrastrukturnya itu yang menyebabkan biaya produksi PLTG menjadi mahal,” papar dia.

Bagaimana dengan PLTA atau PLTU Batubara? Menurut Kurtubi biaya PLTA dan PLTU batubara cukup murah. Hanya saja, NTB tidak mempunyai aliran sungai yang memadai dan tidak punya batubara sehingga tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jangka panjang.

Salah satu solusinya, kata Kurtubi adalah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sehingga biaya produksi listriknya murah dan dalam skala besar. Terkait dengan itu dia mendorong pemerintah untuk segera membangun PLTN tentu berdasarkan peraturan yang sah.

Terpisah Humas PLN Wilayah NTB Fitriah Adriana mengatakan untuk PLTG Lombok Peaker masih menunggu proses perubahan perda di DPRD Kota Mataram tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

” Lebih detailnya silahkan ke DPRD Kota Mataram,” ujarnya.

Pembangunan PLTG Peaker akan dibangun di daerah Arya Banjar Getas, selatan kali ancar. Rencananya, selain membebaskan lahan, juga akan dibangun jeti sejauh 200 meter sebagai tempat sandar kapal tanker pengangkut BBG dari Jawa. (tan/r3)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost