Lombok Post
Metropolis

Tak Ada Penambahan Pelamar

SERIUS: Suasana rapat penutupan perpanjangan masa penerimaan calon pelamar pejabat eselon IIB yang dipimpin langsung Sekda H Effendi Eko Saswito, kemarin (5/2). Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Perpanjangan masa pendaftaran untuk pengisian delapan dari 10 posisi jabatan eselon IIB yang lowong, resmi ditutup kemarin. Sayangnya selama lima hari masa perpanjangan, tak ada satupun tambahan peminat untuk posisi kepala dinas dan kepala badan tersebut.

a�?Tidak ada tambahan pelamar,a�? kata Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Kota Mataram yang juga Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Taufik Priyono.

Dengan demikian, maka para pelamar yang lebih dulu mendaftar akan melanjutkan pada tahap berikutnya. Kendati belum memenuhi kuota pelamar hingga minimal empat orang, namun mekanisme mengatur tahapan selanjutnya bisa dijalankan setelah perpanjangan dilakukan.

Sejauh ini formasi Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan baru diisi tiga pelamar, Bappeda satu pelamar, Balitbang dua pelamar, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM tiga pelamar. Sedangkan Dinas Pemuda dan Olahraga tiga pelamar, Dinas Lingkungan Hidup dua pelamar, Dinas Perdagangan tiga pelamar, dan Dinas Pemadam Kebakaran satu pelamar.

Namun pria yang biasa disapa Yoyok ini mengatakan, kurangnya pelamar tak akan menurunkan standar yang ada. Bahkan untuk formasi yang hanya diminati satu orang saja, tak ada jaminan yang bersangkutan akan lulus.

a�?Kalau saat test dianggap tak bagus, ya tetap tak lulus,a�? ujarnya.

Wawancara terkait makalah yang sudah dibuat dan interview personal menanti para pelamar tersebut. Seperti 10 pelamar lain pada dua posisi sebelumnya yang sudah diujikan, masing-masing peserta memiliki waktu 30 menit untuk menunjukkan kapasitasnya di hadapan para penguji. Selain Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito sebagai Ketua Pansel, ada empat orang lain yang bertindak sebagai penguji. Mereka adalah Muazzar Habibi sebagai Sekretaris Pansel, Iwan Harsono dari kalangan akademisi, Asisten Administrasi Umum Hj Baiq Evi Ganevia, dan H Jaswad dari kalangan profesional.

Kesempatan berhadap-hadapan muka langsung dengan para penguji harus dimanfaatkan betul oleh pelamar jabatan eselon IIB tersebut. Kabid Politik dan Bina Ideologi I Putu Juniartha yang melamar untuk posisi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang telah menjalani test pekan lalu mengatakan ada sejumlah pertanyaan yang diberikan padanya. Pengalamannya di MPBM, termasuk di Kesbangpol jadi dasar keyakinannya. Dia merasa mengerti seluk beluk kemiskinan. Keamanan yang diurusi di Kesbangpol Mataram lanjutnya juga sangat berkaitan dengan masalah kemiskinan. a�?Kalau aman, orang bisa kerja dengan lancar, ekonomi bergerak, baguslah keadaan,a�? ujarnya.

Pria yang sudah 16 tahun menjadi kabid itu merasa paling baik menempati posisi tersebut. Bahkan untuk eselon IVB sudah diduduki hampir sembilan tahun lamanya. Perihal mengapa memilih staf ahli yang identik dengan posisi yang santai, sedikit kerjaan, bahkan oleh sebagian pihak dianggap buangan, ia merasa pengalamannya selama ini memang ada pada posisi itu.

a�?Kalau mau ambil posisi kadis perdagangan, saya tak ada pengalaman,a�? ujarnya.

Dia juga berjanji merevitalisasi peran dan fungsi staf ahli agar tak lagi dipandang sebelah mata. Berkaca pada daerah lain yang sukses melakukan terobosan, staf ahli biasanya justru memiliki peran sentral untuk mensupport data, melakukan analisa, dan kajian untuk digunakan kepala daerah.

a�?Itu akan saya lakukan, jadi tidak main-main saya dengan posisi ini,a�? ujarnya.

Dia juga menampik mengejar posisi staf ahli hanya untuk batu loncatan untuk mengejar jabatan lainnya. Menurutnya dia hanya berkomitmen untuk melakukan kerja dengan sebaik mungkin. (yuk/zad/r3)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost