Lombok Post
Metropolis

61 Hektar Sawah Jadi Korban

TERRENDAM: Salah satu lokasi terparah lahan persawahan yang tergenang akibat peningkatan curah hujan yang memicu banjir di Lingkar Selatan, kemarin. Terlihat, tanaman padi para petani rusak dan dipastikan mereka gagal panen. Ivan/Lombok Pos

MATARAM – Banjir yang kembali menerjang Mataram di berbagai lokasi, terutama wilayah Lingkar Selatan akhir pekan lalu, merugikan banyak petani. Sedikitnya 61 hektar lahan sawah yang sudah ditanami padi menjadi korbannya.

“Beberapa titik terparah seperti Jempong, Karang Pule, dan sejumlah wilayah di Ampenan,a�? kata Kadis Pertanian Kota Mataram H Mutawalli, kemarin (6/2) .

Data terakhir menunjukkan dari jumlah tersebut potensi kerusakan tanaman petani mencapai 18 hektar. Bahkan catatannya menunjukkan sudah ada laporan dua hektar yang dipastikan gagal panen.

Jumlah itu bisa saja terus meningkat, mengingat hujan diprediksi belum akan berakhir. Kendati tak seintens pekan lalu, namun potensi hujan masih terus ada.

$Lantas apa bentuk bantuan pemerintah pada petani terdampak, Mutawalli mengatakan pihaknya tak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap mereka yang mengalami kerugian sudah terdaftar dalam asuransi usaha tani.

“Kalau sudah ikut, ada kompensasi ganti ruginya, kalau tidak ini yang susah,a�? ujarnya.

Asuransi tersebut memberikan dana Rp 6 juta untuk tiap hektar lahan yang rusak. Syaratnya petani mendaftarkan diri saat awal mulai penanaman dan cukup membayar premi 38 ribu saja untuk sekali tanam untuk setiap hektar lahannya.

Saat ini, tercatat sudah ratusan hektar lahan pertanian yang diasuransikan. Jumlah itu tergolong besar jika dibandingkan daerah lain. Namun secara keseluruhan masih lebih banyak lahan yang belum diasuransikan.

“Hanya Rp 38 ribu, iurannya sebenarnya lebih tapi sebagian besar disubsidi pemerintah,a�? jelasnya.

Terkait belum semua petani mengikuti asuransi tersebut, ia mengatakan ragam alasan dikemukakan. Mulai dari tak memiliki uang cash hingga berharap sepenuhnya ditanggung pemerintah.

“Kita sudah dorong, bahkan setengah memaksa supaya ikut, nyatanya masih ada saja yang tidak mau,a�? ujarnya.

Terpisah, pagi kemarin Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menginstruksikan seluruh SKPD terkait bekerja secepat-cepatnya mengatasi masalah yang timbul pasca banjir. Mulai dari persoalan sampah, kesehatan warga, hingga perbaikan saluran agar kasus serupa tak kembali terjadi. a�?Saya minta kesigapan antisipasi SKPD yang berkaitan,a�? ujarnya.

Dia menegaskan pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat ketika terjadi musibah seperti banjir tersebut. Hal itu merupakan instruksi langsung Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang sempat turun ke lapangan memantau kondisi kala itu.

“Koordinasi terus kami lakukan, kerja lapangan juga jalan terus,a�? imbuhnya. (yuk/r5)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost