Lombok Post
Metropolis

Ahyar: WTP Harga Mati!

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Sejumlah utusan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendatangi Pemkot Mataram, kemarin. Kedatangan mereka sebagai pemberitahuan rencana pemeriksaan selama 40 hari, mulai dari 6 Februari hingga 17 Maret mendatang.

“Pemeriksaan ini terkait laporan pengelolaan keuangan daerah 2016,a�? kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh usai pertemuan.

Untuk itu, Ahyar mengingatkan seluruh SKPD agar berkonsentrasi menghadapi pemeriksaan tersebut. Dia berharap semua pimpinan SKPD mempersiapkan diri dengan baik. Seluruh data yang diminta, lanjutnya juga harus diberikan dengan pelayanan terbaik. a�?Ini sesuai tugas BPK, silakan saja,a�? ujarnya.

Ditanya target, wali kota dua periode itu menegaskan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan harga mati yang dipatoknya. Tahun lalu, Mataram sudah membuktikan sangat baik dalam pengelolaan keuangan daerah. Sehingga tak ada lagi alasan untuk kembali turun level dari capaian positif itu.

“Itu (WTP, Red) adalah bukti keberhasilan daerah,a�? ujarnya.

Secara sederhana, ia ingin mengatakan jika WTP bisa diraih, artinya prestasi dan keberhasilan bagi pemerintahan Aman jilid II. Namun Ahyar mewanti-wanti, banyak hal yang bisa mengganjal ambisi itu. Salah satunya persoalan aset yang memang belum sepenuhnya beres.

“Itu juga pasti akan didalami BPK juga kan,a�? imbuhnya.

Sejumlah proyek fisik yang tak rampung di tahun 2016 lalu juga diyakini bakal memberikan dampak. Untuk itu, ia mengingatkan seluruh SKPD terus melakukan evaluasi dan pembenahan.

Penilaian BPK, lanjut Ahyar, salah satu pertimbangannya untuk menilai kinerja masing-masing SKPD. a�?Kita lihat saja nanti, yang jelas SKPD saya warning untuk kerja dengan benar setiap waktu,a�? katanya.

Memastikan semua berjalan baik, ia secara khusus mengumpulkan sejumlah SKPD teknis yang sangat berkaitan erat dengan pemeriksaan. Beberapa diantaranya Inspektorat dan Badan Keuangan Daerah.

Sekda Eko yang turut hadir juga diminta terus melakukan pembenahan sistem tata kelola birokrasi yang baik dan benar. a�?Semua haus kerja dengan baik ya, kalau ada yang kurang, perbaiki,a�? katanya pada para bawahan. (yuk/r5)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost