Metropolis

Ini Sudah Diseting?

MATARAM – Tiga posisi kepala SKPD dengan satu pelamar tunggal diprediksi bakal melenggang mulus hingga pengukuhan. Sumber internal Pemkot Mataram menegaskan tiga orang tersebut memang sudah diplot untuk posisi yang ada. Dengan kata lain, sudah diseting sebelum Pansel terbentuk.

“Hampir pasti, 99 persen, kecuali ada badai salju,a�? kata sumber tersebut.

Tiga posisi itu adalah Camat Ampenan Ki Agus M Idrus yang melamar untuk menjadi Kadis Pemadam Kebakaran, Camat Selaparang Irwan Rahadi untuk posisi Kadis Lingkungan Hidup dan Amiruddin, Irbanwil III Inspektorat yang melamar menjadi Kepala Bappeda.

Ketiganya memang bukan nama baru. Lombok Post bahkan pernah memprediksi hal tersebut jauh sebelum pendaftaran (Baca: Lombok Post Desember 2016 dan Januari 2017).

Sebagai camat terlama, Ki Agus memang sangat layak naik posisi. Sedangkan Irwan Rahadi disebut-sebut mampu mencuri hati Ahyar yang juga berdomisili di Selaparang.

Khusus nama terakhir, Amiruddin, oleh sumber tersebut ia bahkan dikaitkan dengan rencana politik Ahyar yang hendak maju menjadi orang nomor satu di NTB. a�?Dia bisa membantu mendulang suara, setidaknya popularitas dulu di Bima,a�? ujarnya.

Namun yang jelas, setelah tahapan pendataran calon selesai, sesuai Permenpan RB 13 tahun 2014, tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Secara Terbuka di Instansi Pemerintah dan hasil konsultasi dengan Komisi Apratur Sipil Negara (KASN), maka proses Pansel bisa dilanjutkan dengan yang ada.

a�?Penambahan waktu (pendaftaran) kan sudah, ya kalau dari pak Sekda kemarin (6/2) sampaikan bisa dilanjut ke tahap selanjutnya,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Pertanyaan lantas mencuat, apakah dengan hanya satu nama itu sudah pasti mereka akan lulus meraih kursi JPTP? a�?Saya sih dapat informasi dari tim pak Sekda. Kalau sudah kita lakukan itu (penambahan waktu), kemudian tidak memenuhi kuota juga, maka itu bisa dilakukan (proses lanjutan),a�? ujar Mohan.

Namun, Mohan menolak menganggap ini justru keuntungan bagi pelamar. Tidak adanya pejabat lain yang berani mendaftar, menurutnya itu adalah bagian dari seleksi yang secara tidak langsung terjadi, selain seleksi yang digelar secara terbuka oleh Pansel JPTP.

a�?Bukan soal untung rugi. Semua oang kita berikan kesempatan, mereka yang merasa punya kapastitas ya silakan mendaftar (tapi tidak ada yang berminat),a�? terangnya.

Pada akhirnya pansel menurutnya tetap akan berkerja sesuai tugas dan fungsinya. Memberi penilaian walaupun hanya diikuti satu orang. Namun Mohan cendrung memperkirakan tiga nama itu lulus meraih posisi JPTP. Selain tidak ada saingan ada kemungkinan Mohan juga melihat track record, nama-nama pelamar. a�?Kalau cuma satu mau bilang apa?a�? katanya pasrah.

Apalagi kebutuhan melengkapi mesin birokrasi untuk meningkatkan akselerasi pemerintah sudah sangat mendesak. Jika terus ditunda dengan alasan pendaftar kurang, itu bisa mengganggu kinerja pemerintah.

a�?Toh kalau dibuka lagi, nanti ada yang skeptis lagi (ini sudah ada yang tempati)a�? tutupnya.

Terpisah, Anggota Pansel JPTP Kota Mataram Iwan Harsono mengatakan, formasi yang hanya diisi satu pelamar bukan berarti otomatis lolos seleksi. Justru ia melihat peluang seleksi diulang lebih besar, jika tiga nama itu tidak berhasil melewati passing grade.

a�?Mereka harus punya nilai bagus di uji kopetensi bidang dan uji kopetensi manajerial,a�? kata Iwan.

Karena itu, Pansel tetap akan bekerja serius. Mengukur visi misi dan trobosan yang akan dilakukan para pelamar apabila terpilih nanti. Jika tawaran idenya ternyata hanya copy paste dengan program pejabat lama atau membuat ide program yang sulit direalisasikan, maka pelamar sudah pasti terpental.

“Kalau tidak lulus, kan tidak ada yang kami rekomendasikan ke kepala daerah. Karena cuma satu, itu artinya seleksi bisa saja diulang lagi,a�? tegasnya.

Posisi lain yang cukup menarik untuk dibahas adalah calon Kadis Pemuda dan Olah Raga. Ada nama Kabag Hukum Mansur dan Camat Mataram Amran M Amin di sana. Mansur yang dulu bawahan Amran ketika masih menjabat Sekcam Mataram kini harus berhadap-hadapan dengan bekas atasannya.

Karir birokrasi Mansur yang terbilang ciamik membuatnya kembali diunggulkan kendati menghadapi mantan atasannya. “Kita bersaing sehat saja,a�? jawab Mansur.

Dia pribadi yakin terpilih karena memang sudah lama berkecimpung dalam bidang olah raga dan kepemudaan. Hampir 20 tahun di KONI Mataram, Mansur sudah malang melintang dalam dunia olah raga Mataram. Ia kini bahkan juga ada di kepengurusan KONI NTB.

Di KNPI yang berkaitan dengan kepemudaan, Mansur juga sudah tiga periode menduduki posisi strategis. “Saya ada pengalaman di kepemudaan dan olah raga,a�? katanya penuh percaya diri.

Sementara Amran M Amin, memilih lebih membumi. Ia mengatakan tertarik pada posisi tersebut karena sejak muda memang menggemari olah raga dan dunia kepemudaan. “Saya paling suka main bola,a�? selorohnya.

Khusus dua posisi yang sudah diujikan terlebih dulu pekan lalu, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan sudah mendapat bayangan. Dia pribadi bahkan sudah mulai merangking peringkat 10 orang yang diuji kala itu. a�?Secara keseluruhan bagus-bagus, nanti kita bahas bersama tim,a�? ujarnya.

Terkait seleksi lanjutan delapan posisi ia mengatakan bakal dimulai hari ini. penyampaian makalah, pendalaman, dan wawancara menjadi bagian yang harus dilalui setiap pelamar. Sedikit perubahan, kali ini setiap orang diberi waktu 20 menit untuk mempercepat waktu seleksi. Harapannya dalam satu hari semua bisa rampung. a�?Tetap tak mengurangi standar, makalah itu juga sudah bisa menilai mereka,a�? tukasnya. (yuk/zad/r5)

 

Related posts

SPAM Regional Jadi Solusi Permanen yang Didamba

Redaksi Lombok Post

Dikritik, Wartan Meradang

Redaksi Lombok post

Sejumlah SKPD Akan Dievaluasi

Redaksi Lombok post