Lombok Post
Selong

Pungli Dilarang, Uang a�?Terimakasiha�? Boleh

anggota tim Saber Pungli Bidang Intelejen Sudirman. TONI/LOMBOK POST

SELONG – Dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) makin marak terjadi di Lombok Timur (Lotim). Mulai dari bangku pendidikan, pemerintahan hingga para nelayan kini mengaku menjadi korban Pungli. Sayangnya, hingga saat ini tim Saber Pungli yang telah dibentuk masih belum bertindak.

a�?Saber Pungli ini tugasnya kan memang sapu bersih Pungli. Tetapi tidak serta merta ketika ada laporan dugaan Pungli kami mengatakan orang itu Pungli. Kan tidak seperti itu,a�? kata anggota tim Saber Pungli Bidang Intelejen Sudirman

Menurutnya perlu proses untuk mengantisipasi pungli. Karena saat ini masyarakat dinilai belum bisa membedakan mana pungli yang melanggar hukum dan mana yang ucapan terima kasih atau dana operasional.

a�?Misalnya ada di Sukaraja ada pungutan yang dilakukan pihak pemerintah desa untuk pembangunan tembok kuburan. Warga diminta mengeluarkan sama-sama Rp 15 ribu. Itu dilaporkan Pungli padahal kesepakatan bersama BPD dan bersifat sukarela dari warga,a�? terangnya.

Untuk itu, Sudirman mengaku perlu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pungli yang dimaksud adalah pungutan yang menambah beban dan biaya.

A�a�?Itu yang namanya pungli yang membebani masyarakat, ini yang harus dipahami,a�? ujarnya mempertegas.

Terkait informasi terbaru tentang adanya dugaan Pungli yang dilakukan oknum Pol Air terhadap sejumlah nelayan Tanjung Luar, Sudirman mengaku belum menerima informasinya. Namun ia berjanji akan segera menindaklanjutinya dengan tim saber Pungli.

a�?Hari rabu kami akan rapat, hasil rapat nanti akan kami tindak lanjuti. Kalau memang betul baru kami akan tindak lanjuti dengan tim yang ada di Inspektorat,a�? janjinya.

Terpisah Ketua Komisi III DPRD Lotim Rahadian Soedjono mengaku segera menindak lanjuti laporan dari nelayan Tanjung Luar yang berkunjung ke Dewan Sabtu (4/2) lalu. Namun saat ini dewan mengaku masih menunggu surat permintaan hearing dari para nelayan.

a�?Yang jelas kan kita sudah menyerap aspirasi. Masalah betul atau tidaknya itu yang perlu dibuktikan. Kami menunggu surat permintaan hearing dari masyarakat. Kalau itu sudah masuk, nanti kami akan pertemukan para nelayan dengan tim saber Pungli dan dan pihak terkait dalam hal ini Pol Air. Biar jelas,a�? ucapnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost