Lombok Post
Headline Sumbawa

Tanaman Padi Selamat dari Banjir

PANTAU : Ketua Komisi II DPRD KSB Aheruddin Sidik (kanan) dan Plt Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Marlin Hardi saat berbincan-bincang dengan Rustam, petani horti yang saat ini tengah mengembangkan berbagai jenis tanaman horti di Kecamatan Poto Tano, kemarin(6/2). Faruk/RADAR SUMBAWA

TALIWANG a�� Sekitar 487, 45 hektare lahan padi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terendam banjir akibat meluapnya sungai Brang Rea dan Brang Ene beberapa waktu lalu. Beruntung tanaman padi ini masih bisa diselamatkan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan KSB Marlin Hardi kepada wartawan kemarin(6/2) mengatakan,A� berdasarkan hasil tinjuan lapangan, tanaman padi yang terkena dampak banjir masih bisa diselamatkan.

a�?a��Beruntung banjirnya tidak lama. Sehingga tanaman padi yang terendam tidak sampai menimbulkan puso dan gagal tanam,a��a�� katanya.

Dikatakan, lahan pertanian tanaman padi yang terkena dampak banjir tersebar di sejumlah wilayah, yaitu Kecamatan Brang Rea seluas 13,25 hektare, Kecamatan Bran Ene seluas 3,5 hektare, Kecamatan Taliwang seluas 465 hektare dan Kecamatan Jereweh seluas 5,7 hektare.

a�?a��Rata-rata umur tanaman padi yang terkena dampak banjir berkisar antara 35 hingga 98 hari,a��a�� jelasnya.

Walaupun tanaman padi tidakA�rusak total, pihaknya tetap melakukan pemantuan ke lokasi setiap saat. Itu dilakukan guna A�mengetahui perkembangan tanaman padi pascaterendam banjir beberapa hari lalu. Jika selama dilakukan pemantauan tanaman padi tidak berkembang, pihaknya berjanji segera mengambil langkah pemulihan.

Pemerintah, kata dia, tidak ingin petani mengalami kerugian akibat banjir. A�Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, diharapkan pemilik lahan yang terkena banjir melaporkan perkembangan pertumbuhan tanaman padi ke petugas lapangan. Begitu juga petugas lapangan setiap saat melakukan pemantauanA� lapangan.

a�?Jangan melapor setelah kondisinya rusak parah,a��a�� katanya.

Sementara itu, kemarin pagi Komisi II DPRD KSB meninjau langsung kesiapan Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Poto Tano. Kunjungan komisi bidang pertanian ini untuk memastikan kesiapan BBI dalam menyediakan kebutuhan bibit bagi petani KSB.

a�?a��BBI ini adalah lumbung bibit bagi petani. Kita cek kesiapan mereka, apalagi saat ini pemerintah tengah berupaya bagaimana kebutuhan horti terutama sayur mayur bisa dipenuhi dari dalam daerah,a��a�� jelas Ketua Komisi II DPRD KSB Aheruddin Sidik.

Aher yang ditemui koran ini usai melakukan inspeksi ke BBI Poto Tano berharap Pemda KSB segera memungsikan BBI sebagaimana mestinya.

a�?BBI itu menjadi contoh bagaimana petani mengembangkan tanaman horti. Bukan sebaliknya, BBI yang belajar ke masyarakat petani,a��a�� sindirnya.

Politisi PKPI ini meminta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan sebagai leading sektor BBI mampu merealisasikan hal tersebut. Aher mengatakan, selama ini keberadaan BBI hortikultura Poto Tano belum memberikan kontribusi maksimal. Terutama mendukung terpenuhinya kebutuhan bibit horti, terutama sayur mayur yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar KSB.

a�?a��BBI harus mampu menjadi ujung tombak penyedia bibit unggul. Ini tugas penting bagi jajaran dinas pertanian,a��a�� pintanya.

Komisi II lanjutnya siap membantu pemerintah. Baik itu dari sisi penambahan sarana pendukung, maupun anggaran untuk mengelola dan mengembalikan fungsi BBI.

a�?a��Tapi dukungan yang kami berikan, harus ditunjukkan dengan hasil maksimal. Salah satunya BBI harus mampu menjadi contoh pengembangan horti di KSB,a��a�� tegasnya.

Politisi muda KSB ini menjelaskan, sampai saat ini kebutuhan sayur mayur di KSB masih mengandalkan pasokan dari luar KSB. Lombok menjadi daerah utama pemasok sayur mayur bagi kebutuhan masyarakat.

a�?a��Program pemerintah saat ini bagaimana mewujudkan KSB yang mandiri horti,a��a�� katanya.

Hal senada juga disampaikan Abidin Nasar, SP, anggota komisi II DPRD KSB. Politisi PKS ini meminta BBI yang ada saat ini untuk segera dikembalikan sesuai fungsi awal. a�?a��Ini ada peluang dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB. Nah ini harus ditindak lanjuti SKPD tehnis,a��a�� ujarnya.

Berdasarkan data yang dipegang komisi II saat ini, hampir 79 persen horti di KSB masih didatangkan dari luar. a�?a��Hanya 21 persen yang bisa dipenuhi dalam daerah. Ini pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah. Karena ini salah satu penyebab kenapa inflasi di KSB masih tinggi,a��a�� katanya. (is/r4)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost