Lombok Post
Headline Sumbawa

Nyolong HP, Perawat Diciduk Polisi

MALING HAP : E (membelakangi) saat dimintai keterangan di Polres Sumbawa, kemarin(7/2). RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA– E, 35 tahun, warga Kelurahan Brang Biji ini terpaksa berurusan dengan aparat Polres Sumbawa. Wanita yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Sumbawa ini terbukti melakukan pencurian handphone di tempatnya bekerja.

Menurut informasi, aksi pencurian tersebut sudah sering dilakukan oleh E. Pencurian ini dilakukan di lokasi RSUD Sumbawa. Namun, belum pernah ada korban yang melapor ke Polres Sumbawa. Kali ini korban yang juga rekan E yang bekerja di RSUD Sumbawa melaporkan kasus ini secara resmi.

Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad mengatakan, penangkapan ini bermula saat adanya laporan korban yang kehilangan handphone di rumah sakit setempat pada Kamis (2/2) lalu. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Polisi mengecek dan melacak keberadaan handphone tersebut. Sehingga keberadaanya diketahui.

a�?a��Sekitar hari Minggu (5/2) lalu kita melakukan penggeledahan di rumah E. Ternyata handphone milik korban kami temukan. Sehingga E kami amankan ke polres,a�? ujar kapolres kepada wartawan, kemarin(7/2).

Kapolres mengungkapkan, E mengaku sudah tujuh kali melakukan pencurian di rumah sakit setempat. Hanya saja baru satu orang yang melaporkannya. Hasil pendalaman yang dilakukan, hanya tinggal satu barang bukti yang masih tersisa. Sementara barang bukti lain rata-rata sudah dijual. Karena belum dijual, polisibisa melacak keberadaan pelaku.

Hasil penjualan handphone yang dicuri E, digunakan untuk kepentingan pribadi. Mengenai apakah hal tersebut karena terbelit ekonomi, juga belum diketahui secara pasti. Karena yang bersangkutan selain sudah mempunyai suami juga sudah berstatus sebagai PNS.

a�?a��Yang jelas dia jual untuk keperluan dia. Kalau karena faktor ekonomi, dia sudah menjadi pegawai tetap dan sudah PNS. Mungkin untuk keperluan lain,a�? kata kapolres.

Akibat perbuatannya, E diancam dengan pasal pencurian pemberatan (curat) dengan hukuman maksimal lebih dari tujuh tahun penjara. Kapolres mengimbau kepada pengunjung di rumah sakit untuk berhati-hati dalam menyimpan barang bawaan. Jangan sampai melepas begitu saja.

Kemudian bagi para petugas rumah sakit supaya betul-betul meningkatkan kewaspadaannya. A�Kapolres mengimbau pihak rumah sakit memasang CCTV lebih banyak lagi di tempat khusus. Sehingga aktivitas di rumah sakit dapat terpantau dan termonitor.

Kapolres juga mengimbau pihak rumah sakit untuk mengecek lagi petugasnya. Kemungkinan petugasnya perlu diberikan pengarahan lagi supaya hal serupa tidak terjadi lagi. Karena dalam kasus ini yang menjadi pelaku adalah petugas rumah sakit sendiri. Akibatnya, selain mengganggu kenyamanan pengunjung, juga dapat membuat malu instansi tersebut. (run/r4)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost