Lombok Post
Metropolis

Hujannya Sekarang, Sumur Resapannya Maret

MAIN AIR: Seorang anak tampak bermain di genangan yang ada di kompleknya di Jalan Lumba-lumba, beberapa waktu lalu. Wahyu/Lombok Post

MATARAM-Hujan yang terus mengguyur pada pembukaan tahun ini nyatanya belum bisa direspon cepat Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram. Alih-alih segera bertindak, karena kendala anggaran, paling cepat Maret mendatang eksekusi program bisa dilakukan.

“Harus urus ini dan itu dulu,a�? kata Sekretaris LH Kota Mataram H Ungke Gani, kemarin (8/2).

Pernyataan itu terkait pembuatan sumur resapan dan lubang biopori untuk mengurangi genangan. Dibenarkannya keberadaan biopori dan sumur resapan bisa membantu memprcepat peresapan air saat hujan mengguyur.

Genangan bisa berkurang dengan cepat jika di seputaran lokasi itu terdapat lubang-lubang biopori dan sumur resapan. a�?Manfaatnya besar sekali,a�? ujarnya.

Rencananya untuk sumur resapan dialokasikan Rp 75 juta dan lubang biopori Rp 50 juta. Dana tersebut mencakup alat yang dibutuhkan hingga biaya pembuatan. Rinciannya satu sumur resapan memerlukan anggaran Rp 1,5-2 juta, sedangkan untuk biopori harga alat dikisaran Rp 750 ribu.

“Setelah kami mulai, masyarakat harus meneruskannya, teknik yang dipakai bisa dicontoh,a�? ucapnya.

Sekolah-sekolah menjadi titip pembuatan awal yang direncanakan. Selain lubang biopori dan sumur resapan, ia juga menyoroti masih banyaknya sampah yang belum tertangani. 30 persen dari total sampah di Mataram hingga kini masih dibuang sembarangan ke sungai.

Ketidakmampuan pemerintah harus ditanggulangi dengan peran serta masyarakat. Misalnya dengan pembuatan kompos dan dur ulang sampah plastik. “Komposnya bisa untuk tanaman, daur ulang bisa buat kerajinan,a�? ujarnya.

Selain karena sampah dan berkurangnya area resapan air, memang menjadi pemicu genangan dan banjir belakangan. Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman HM Kemal Islam mengatakan langkah jangka pendek yang dilakukan saat ini adalah mempercepat aliran air sampai ke laut. a�?Syaratnya drainase di pemukiman harus prima,a�? jawabnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost