Lombok Post
Metropolis

Investor Sekaroh Diminta Segera Action

SEMANGAT: Tiga murid SD yang baru pulang sekolah berjalan bersama di jalan utama Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, beberapa waktu lalu. Pemprov berharap investo segera action supaya masyarakat sekitar bisa lebih sejahtera. Ivan/LOMBOK POST

MATARAMA�– Meski persoalan sertifikat lahan di Hutan Sekaroh belum tuntas, Pemprov NTB meminta para investor segera action mengelola kawasan tersebut. Baik PT Eco Solutions Lombok (ESL), PT Palamarta Persada maupun PT Jeeva Beloam.

Mereka sudah bisa merealisasikan investasinya. a�?Tinggal mereka action saja, masalah sertifikat biarkan berporses di kejaksaan,a�? kata Asisten I Setda NTB M Agus Patria, kemarin (8/2).

Ia mengatakan, investor tidak perlu ragu memulai aktivitasnya. Sebab surat Menteri Kehutanan sudah bisa menjadi jaminan bahwa lahan itu adalah hutan. Sehingga bisa dijadikan dasar hukum. Tapi jika pihak investor masih ragu, mereka sebaiknya bersurat resmi ke Pemprov NTB. Sehingga akan jelas sikap yang akan diambil pemerintah.

a�?Kita harapkan agar investasi dan pembangunan berjalan lancar,a�? kata Agus

Menurutnya, lahan tersebut sudah sangat jelas merupakan hutan lindung sesuai dengan SK Menteri Kehutanan. Tim dari pemprov juga memberikan rekomendasi untuk membatalkan semua sertifikat hak milik di atas hutan tersebut. Di mana saat ini ada 35 sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Agus menjelaskan, sertifikat tersebut dianggap cacat administrasi. Sehingga BPN bisa menggugurkan sertifikat itu tanpa ada permintaan. Hal ini sesuai dengan aturan Kemendagri.A� a�?Itu kewajiban mereka, apalagi sudah ada keputusan pusat melalui menteri kehutanan,a�? jelasnya.

Perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong bukan hanya masalah cacat administratif, tetapi juga ada indikasi unsur pidana dalam penerbitannya. Hanya saja, di mana indikasi pidananya pemerintah belum tahu. a�?Hal ini sedang ditelusuri kejaksaan,a�? ujarnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost