Lombok Post
Feature

Manisnya Krenyes, Hanya Berbuah di Tanah Masjid Assunnah

KURMA ASLI: Kepala Desa Sapit H Suherjan saat memetik kurma yang tumbuh di halaman Masjid Assunnah Dusun Batu Cangku, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, kemarin (8/2). TONI/LOMBOK POST

Siapa bilang kurma hanya bisa tumbuh dan berbuah di Timur Tengah. Di Lombok, tepatnya di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, sebuah pohon kurma yang ditanam di halaman masjid ternyata bisa tumbuh dengan baik, dan bahkan berbuah. Kok bisa?

***

KABAR mengenai buah kurma di Desa Sapit menuntun Lombok Post menuju desa di kaki Rinjani ini. Pohon kurma tentu bukan hal istimewa. Di banyak tempat, pohon bisa tumbuh subur. Cuma itu, jarang yang bisa berbuah meski sudah tumbuh menjulang.

Apalagi di Lombok yang dikenal bersuhu basah. Tanaman asli gurun pasir ini jarang ditemukan bisa berbuah. Jikapun tumbuh jarang bisa berbuah hingga matang. Sering kali hanya berbunga dan gugur. Namun, Desa Sapit rupanya adalah pengecualian.

Kurma ini berada A�di halaman Masjid Assunnah, Dusun Batu Cangku, Desa Sapit, Kecamatan Suela. Tingginya sekitar 2,5 meter. Dari kejauhan untaian buahnya yang menguning keemasan terlihat mencolok di antara pokok pelepahnya.

a�?Pohon kurma ini kurang lebih sekitar tiga tahun telah tumbuh. Ini pertama kalinya berbuah,a�? kata H Suherjan, Kepala Desa Sapit pada Lombok Post, kemarin.

a�?Belum sempat kami cicipi, karena kami dan warga di sini masih nggak percaya kalau pohon kurma bisa berbuah di Lombok,a�? tambah dia lagi.

Dia menuturkan, banyak pohon kurma yang memang ditanam warga di pekarangan rumahnya. Tapi, pohon tersebut meski sudah tumbuh beberapa tahun, tetap tidak bisa berbuah. Karena itulah kurma di Masjid Assunnah ini adalah satu-satunya yang bisa berbuah hingga besar.

Dari mana asal pohon kurma ini? Rupanya keberadaannya dari ketidaksengajaan. Pohon kurma itu memang tumbuh sendiri di sana. a�?Awal mulanya ketika Bulan Puasa, banyak jamaah yang menggelar acara berbuka bersama di masjid ini. Kan biasanya mereka makan kurma. Bijinya itu dilempar di halaman masjid. Itu yang kemudian tumbuh sendiri,a�? tutur Suherjan.

Tak ada pula yang merawat khusus pohon kurma ini. Dia dirawat, dijaga dan dibesarkan oleh alam. Jangan pula bayangkan, pohon kurma ini diberi pupuk khusus. Tapi kendati begitu, kurma ini subur dan besar dalam waktu yang singkat. Hingga, akhirnya warga dibuat takjub ketika pohon ini kemudian berbunga dan berbuah puluhan tangkai dengan ratusan biji buah.

Tapi apa benar kurma? Penasaran, wartawan Lombok Post seizin Suherjan diberi kesempatan mencicipi sebiji buah kurma yang masih setengah matang. Hmma�� dari gigitan pertama, rasanya memang seperti kurma yang kebanyakan dijual.

Bedanya, ini lebih krenyess karena belum matang sempurna. Di setiap daging kurma ini, masih terdapat kadar air. Dengan sensasi manis agak kecut, rasanya mirip dengan buah pir. Namun, tentu aroma kurma lebih terasa kental.

a�?Ini baru pertama kali saya cicipi. Belum matang sempurna ternyata,a�? ucap Suherjan yang mencicipi bersama.

Dari penuturan Suherjan, tumbuhan kurma yang ada di Desa Sapit ini adalah jenis kurma rasul atau yang biasa disebut Kurma Ajwa. Kurma ini bernilai mahal. Diduga biji kurma yang tumbuh merupakan bekas tulang kurma yang dikirim dari Mekah.

a�?Ada tiga pohon yang tumbuh di sini. Satu yang berbuah ini, satu lagi sedang berbunga, dan satunya masih baru tumbuh,a�? ujar Suherjan. (HAMDANI WATHONI, Lombok Timur/r2/r8)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post