Headline Sumbawa

Nelayan Tanjung Luar Terdampar di Pulau Medang

SUMBAWA– Warga Bajo Medang, Pulau Medang mendadak heboh, kemarin(9/2). Pasangan suami istri Sukri dan Ruminang menemukan sesosok pria di pinggir pantai sekitar pukul 09.00 Wita. Pria yang diketahui nelayan asal Tanjung Luar, Lombok Timur itu terdampar di bagian utara Pulau Medang.
Nelayan malang bernama Ahmad tersebut mengaku sudah tiga hari dua malam berada di laut. Dia ditemukan masih menggunakan coolbox ikan dari perahu fiberglass yang sudah pecah. Coolbox ini digunakan sebagai pelampung oleh Ahmad agar tidak tenggelam.

Kepala Desa Bugis Medang Supriadi, membenarkan adanya nelayan yang ditemukan warganya. Nelayan tersebut diketahui berasal dari Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

a�?a��Dia (Ahmad, red) sekarang dirawat di rumah warga yang menemukan. Saya belum tahu namanya, dia masih tidur,a�? ujar Supriadi via telepon.

Secara terpisah, Camat Labuhan Badas Hisbullah mengatakan, nelayan tersebut dalam kondisi sesak nafas. Karena sudah tiga hari dua malam terapung menggunakan coolbox ikan. Kades setempat sudah berkoordinasi dengan keluarga nelayan tersebut di Tanjung Luar. a�?a��Kepala desa sudah berkoordinasi dengan keluarganya. Nanti apakah akan diantar pulang atau dijemput langsung oleh keluarganya,a�? katanya Hisbullah.

Hingga saat ini, kades setempat pro aktif memberikan makan dan perawatan medis bagi nelayan itu. Sambil mencoba menghubungi keluarga untuk proses pemulangan ke Tanjung Luar. Tapi dengan kondisi cuaca saat ini, belum aman untuk membawa pulang nelayan tersebut.

a�?Jika kondisinya sudah sehat maka akan dibawa pulang ke kampung halamannya,a��a�� katanya.

Sementara itu, Ahmad mengaku bahwa dirinya melaut bersama dua orang rekan sekampungnya. Keduanya yakni Nggong dan Sahiding. Mereka mulai melaut di Selat Alas, Senin (6/2) pagi.

a�?a��Sekitar jam sembilan pagi sampan kami bertiga dihantam ombak setinggi dua meter. Saya sudah menghubungi keluarga di Tanjung Luar. Menurut mereka Nggong dan Sahidin belum ditemukan,a�? akunya.

Selama tiga hari terkatung-katung di laut, Ahmad mengaku tidak makan. Ahmad terpaksa minum air laut untuk bertahan hidup. Dia merasa bersyukur bisa terdampar masih bisa selamat dan dirawat oleh warga di Pulau Medang. (run/r4)

Related posts

Bawaslu Gelar Cerdas Cermat Kepemiluan

Redaksi Lombok post

Peringatan Sumpah Pemuda Berujung Duka

Redaksi Lombok post

Polisi Belum Kabulkan Penangguhan Ihwan

Redaksi Lombok post