Lombok Post
Giri Menang

Pengangguran Lobar Menurun, tapi…

GIRI MENANG – Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Lombok Barat setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Barat mencatat tahun 2016, Lobar menjadi daerah kedua tingkat pengangguran terendah di NTB.

Pengangguran terbuka di Lobar tahun 2016 mengalami penurunan 3,35 persen. Dari 297.000 angkatan kerja, sebanyak 276.000 sudah bekerja. Sayangnya, angka pengangguran yang menurun tersebut tidak sebanding dengan penduduk miskin.

Jumlah penduduk misikin di Lobar tahun 2016 mengalami kenaikan.A� Dari kisaran 17,11 persen atau mencapai 110.700 jiwa, naik kisaran 17,38 persen mencapai 113.300 jiwa.

Artinya, pada tahun 2016 terdapat penambahan penduduk miskin sekitar 2.600 jiwa.

Lantas apa penyebab penduduk miskin di Lobar meningkat, padahal pengangguran terbuka terus menurun?

Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi menjelaskan, meningkatnya angka kemiskinan tidak terkait langsung dengan turunnya angka pengangguran. Kemiskinan disebabkan karena upah yang diterima pekerja masih rendah. “Masyarakat di bilang miskin bukan persoalan makan saja,a�? terangnya, kemarin (8/2).

Namun banyak indikator penentu yang menjadi penilaian. Baehaqi menjelaskan masih banyaknya penduduk Lobar usia 25 tahun ke atas tidak tamat SD salah satu faktor yang mempengaruhi. Belum lagi, pembangunan infrastruktur umum seperti sekolah dan puskemas juga belum merata.

a�?Ini kita upayakan, program kejar Paket A reguler sudah sejak 2016. Kemudian fokus juga pada sarana pendidikan baru dan Puskesmas di mana dibutuhkan,a�? jelasnya.

Langkah Pemda lainnya menggenjot angka kemiskinan itu, adalah mendorong program pemberdayaan masyarakat. Seperti pengelohan paskapanen di sektor pertanian serta memenuhi kebutuhan di sektor lainnya.

“JikaA� satu rumah tangga saja bisa buka usaha, maka bisa menyerap 10A� tenaga kerja. Berbeda dengan pasar swalayan, justru tenaga yang diserap sedikit,a�? ungkapnya.

“Kita arahkan masyarakat memperbanyak usaha kecil sepertiA� buat kerepek, sirup buah yang sifatnya pengelolaan pascapanen,a�? sambungnya.

Kendati angka kemiskinan bertambah, Baehaqi tetap berbangga karena tingkat poverty sparity (keparahan kemiskinan) tidak parah. Kedalaman kemiskinan atau Poverty Gap juga sudah mulai dangkal.

Sehingga, langkah Pemda tinggal bagaimana digaris (tingkatan) iniA�terus ditekan. “Jika itu dilakukan dengan maksimal, kemiskinan bisa diturunkan lebih dradtis lagi,a�? tegasnya optimis.

Selain angka kemiskinan dan pengangguran yang mengalami perubahan. Data distribusi pendapatan atau Gini rasio Lobar menjadi yang terbaik di NTB yakni kisaran 0,273. Begitu juga pertumbuhan ekonomi naik menjadi 6,59 persen. Ditandai dengan melejitnya IPM ke posisi 4 dari posisi awal 8 dari 10 kabupaten/kota di NTB. (zen/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost