Lombok Post
Kriminal

Perampok Truk Udang Tertangkap

PERAMPOK SADIS: Fathurrahman alias Pak Hul (baju oranye) ditangkap Tim Opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB. Dia merupakan terduga otak perampokan sadis yang menyebabkan satu korban jiwa, di Kabupaten Lombok Utara, akhir Desember 2015 silam. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Masih ingat dengan perampokan truk berisi udang di wilayah Pusuk, Kabupaten Lombok Utara, Desember 2015 silam? Pada peristiwa ini, lima kawanan rampok menghadang Riftu Guntoro dan Bambang yang mengemudikan truk udang. Nama terakhir bahkan ditemukan tewas di dasar jurang dengan kondisi terikat.

Hanya selang beberapa jam usai perampokan maut tersebut, polisi berhasil meringkus empat orang di antaranya. Yakni, Nurdin, 46 tahun; Rusdiansyah, 30 tahun; Sukri; 35 tahun; Andika; 32 tahun. Mereka ditangkap di Bali, usai turun dari KMP Rama Giri Nusa, di Pelabuhan Padangbai Bali. Sedangkan satu pelaku lainnya, yaitu Fathurrahman alias Pak Hul luput dari tangkapan polisi.

Namun, pelarian Pak Hul berakhir pada Selasa (7/2). Dia ditangkap Tim Opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Raya Mantang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). a�?Dia ini otak dari aksi perampokan itu,a�? kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB AKBP Kholilur Rochman, kemarin (8/2).

Kholilur mengatakan, polisi sedikit kesulitan menangkap pelaku. Padahal, polisi hampir setiap hari memantau keberadaan pelaku di rumahnya di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Loteng.

Rupanya, pelaku mengetahui dirinya diincar polisi. Pelaku akhirnya memilih untuk berpindah-pindah tempat selama hampir dua tahun pelariannya. Dia juga menghindari untuk pulang ke rumahnya. a�?Dia pindah-pindah di sekitar wilayah Lombok Timur dan Lombok Barat,a�? kata Kholilur.

Dalam penangkapannya, Pak Hul disebut sempat melakukan perlawanan. Dia berusaha melukai petugas dengan menggunakan senjata tajam. Melihat itu, petugas menghadiahi pria 45 tahun ini dengan tembakan timah panas. Sebutir peluru yang bersarang di betis kanannya membuat pelaku tak berkutik.

Saat ditanya awak media, Pak Hul sempat mengelak dikatakan sebagai otak aksi perampokan truk udang. Dia mengatakan, hanya diajak rekan lainnya untuk mengambil barang di Sumbawa.

Namun, tibanya di Sumbawa, di mana empat rekan lainnya telah menunggu, bukan barang yang diambil, melainkan mereka menyusun rencana perampokan. Pada aksi ini, Pak Hul memilih untuk membuntuti truk korban. Sedangkan rekan lainnya, berpura-pura menumpang di truk bermuatan udang.

Saat berada di wilayah Lombok, dua rekan yang berada di dalam truk udang, menodongkan senjata ke sopir. Sedangkan Pak Hul yang membuntuti menggunakan mobil APV, momotong laju truk dengan cara menghadangnya.

Kelihaian Pak Hul sebagai otak perampokan, terbukti usai aksi. Pelaku meminta rekannya untuk membawa hasil rampokan berupa 23 boks berisi udang yang beratnya mencapai 1 ton lebih, ke gudang miliknya di Loteng. Selanjutnya, dua truk yang mengangkut udang rencananya akan dibawa empat rekannya ke wilayah Jawa. a�?Saya minta untuk menurunkan udang di atas truk itu dan ditaruh di gudang,a�? kata dia.

Udang yang telah diamankan tersebut, aku Pak Hul, ia jual kembali di sejumlah pasar tradisional. Rencananya, hasil penjualan akan dibagi bersama rekannya. Namun, belum sempat membagi hasil rampokan, empat rekannya lebih dulu tertangkap. a�?Baru dijual setengahnya, laku sekitar Rp 45 juta,a�? ujarnya. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost