Lombok Post
Selong

Warga Sapit Butuh Perbaikan Jembatan

BUTUH PERBAIKAN: Salah seorang warga kemarin (8/2) melewati kali yang ada di Desa Sapit Lombok Timur. Jembatan yang ada di dekat kali itu 25 tahun dibiarkan terbengkalai. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Sebuah jembatan di Desa Sapit Kecamatan Suela terbengkalai A�selama 25 tahun. KondisiA� ini sangat mengganggu lalu lintas masyarakat. Beberapa kali diusulkan untuk diperbaiki, jembatan ini A�belum ditanggapi pemerintah Lombok Timur (Lotim).

a�?Kalau air kali tidak terlalu besar, warga dan anak sekolah bisa melintas. Tapi ketika airnya besar dan deras anak-anak sekolah dari Desa Mekarsari yang sekolah di SMPN 2 Suela nggak bisa nyeberang,a�? tutur Kepala Desa sapit H Suherjan kepada Lombok Post.

Menurutnya kondisi ini telah dialami warga selama bertahun-tahun. Warga sangat menyayangkan keberadaan sebuah jembatan yang sangat dibutuhkan tak pernah ditindak lanjuti oleh pemerintah. Pantauan Lombok Post, A�jembatan nampak dibiarkan terbengkalai ditumbuhi rumput liar. Warga yang seharusnya melintas di atas jembatan malah memanfaatkan lorong jembatan sebagai akses penghubung jalan.

a�?Kami tidak tahu apa alasannya jembatan ini tidak dilanjutkan. Padahal kami sangat membutuhkannya,a�? kata H Asnawi salah seorang warga.

a�?Kami ini terus terang bukan butuh lagi, tapi sangat butuh. Kami mohon kepada pemerintah yang berwenang, bangunkan kami jembatan ini. Kami mohon dengan sangat,a�? pinta Asnawi.

Sementara itu, Kades Sapit menuturkan sangat prihatin terhadap kondisi siswa yang sekolah di SMPN 2 Suela di Desa Sapit. Mereka terkadang terpaksa tidak masuk sekolah ketika air kali besar saat musim hujan. Jembatan alternatif yang terbuat dari bambu sudah dibangun oleh warga. Sayang keberadaan jembatan ini masih belum mendukung akses masyarakat. Siswa sekolah terkadang tidak berani melewati jembatan alternatif tersebut karena takut terjatuh dan hanyut ke dalam kali.

a�?Karena jalur ini bukan hanya dilintasi anak sekolah, warga dan para petani juga memanfaatkan jalur ini untuk aktivitas perekonomian mereka,a�? jelas H Suherjan.

A�a�?Kami sangat berharap ini bisa jadi perhatian pemerintah. Karena jalur ini merupakan akses mobilitas yang sangat dibutuhkan warga,a�? tambahnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost