Lombok Post
Selong

Bupati Datang, Warga Minta Air Minum

TINJAU LOKASI: Bupati Lotim Ali BD kemarin (9/2) saat meninjau lokasi bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Sambelia. Toni/Lombok Post

Warga Sambelia, Lombok Timur sepertinya harus beradaptasi dengan bencana yang kerap singgah di kampung mereka.A� Kini, wilayah tersebut A�kembali disambangi bencana banjir yang merusak sejumlah infrastruktur. Berikut catatan koran ini yang berkunjung ke Sambelia kemarin (9/2).

***

WARGA korban banjir di Kecamatan Sambelia Lombok Timur kini semakin susah. Lantaran, akibat bencana banjir, tempat tinggal mereka terisolir. Selain itu sambungan air PDAM yang rusak mengakibatkan mereka kesulitan mendapatkan akses air bersih. Padahal, PDAM menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi warga sejumlah desa yang terkena banjir.

a�?Di sini nggak ada air sumur. Digali nggak bisa keluar air sumur di sini. Sumber air kami selama ini ya dari PDAM. Tapi sekarang nggak ada airnya karena katanya pipanya putus,a�? tutur Nurhayati salah seorang warga kepada Lombok Post.

Dengan situasi ini, warga pun tak segan meneriaki Bupati Lotim Ali BD yang melintas di depan mereka.

a�?Pak Bupati, maeh kiriman te gamaq aiq kadu nginem (minta tolong kirimi kami air bersih untuk minum, Red),a�? teriak sejumlah warga kepada Ali BD yang memantau kondisi korban banjir.

Menghampiri para warga ini, Ali BD kemudian menelpon sejumlah pejabat SKPD Lotim untuk segera mendistribusikan air bersih. a�?Warga lelah nganteh ne (warga sudah lama menunggu). Becatan jauq aiq tie kadu mobil tangki no (segera bawa air bersih itu pakai mobil tanki,a�? perintahnya.

Jarak beberapa langkah, warga kembali meneriaki Ali BD. Mereka meminta air bersih sambil membawa sejumlah ember dan bak A�menunggu bantuan air bersih di pinggir jalan.

Meski demikian, tak semua menagih bantuan kepada bupati. Ada juga beberapa warga yang menyempatkan diri berswafoto dengan Ali BD sambil meluapkan keluh kesah mereka.

Akibat akses jalan dan jembatan yang kini rusak. Aktivitas ekonomi warga terganggu. Sehingga mereka saat ini sangat mengharapkan bantuan makanan dan air minum dari pemerintah.

a�?Yang paling dibutuhkan adalah air, kemudian makanan berupa mie instan serta beras,a�? kata Camat Sambelia H Buhari.

Buhari mengungkapkan, saat ini memang beberapa warga desa sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten maupun Provinsi. Hanya saja beberapa bantuan ini dinilai kurang tepat.

A�a�?Ada warga yang dapat sarden. Tapi mereka nggak bisa makan. Karena masyarakat kami ini masyarakat yang paling tradisional. Kalau ada bantuan makanan warga kami berharap bisa dalam bentuk mi instan dan beras saja,a�? ucap Buhari.

Namun, yang paling penting bagi H Buhari dan warganya saat ini adalah air bersih. Karena sungai yang selama ini menjadi sumber air bersih mereka telah keruh dan tidak bisa dimanfaatkan.

Terpisah, Direktur Bagian Umum PDAM Lotim Rusdi mengaku hari ini segera memperbaiki pipa yang rusak akibat banjir. Tetapi, untuk sementara waktu Rusdi menjelaskan masyarakat masih belum bisa menikmati air PDAM. Lantaran tingkat kekeruhan air sungai tidak bisa diolah menjadi air minum.

a�?Sudah sangat keruh. Belum bisa diolah untuk layak konsumsi air sungainya. Jadi besok (hari ini, Red) kami akan salurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki PDAM,a�? ucapnya. (Hamdani Wathoni/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost