Lombok Post
Bima - Dompu

Giliran Puting Beliung Terjang Bima

ATAP RUSAK : Kondisi atap bangunan sekolah SMPN 6 Satu Atap di Desa Ntoke Kecamatan Wera Kabupaten Bima akibat angin puting beliung. Yety/ Radar Tambora

BIMA A�a�� Duka bencana banjir belum usai dari Kota Bima dan Kabupaten Bima. Kini kabupaten di paling timur Pulau Sumbawa itu dilanda angin puting beliung. Rumah, sekolah, dan fasilitas publik lainnya rusak akibat puting beliung.

Angin puting beliung yang melanda Kecamatan Wera, Rabu (8/2) mengakibatkan dua rumah warga roboh. Rumah yang rata dengan tanah itu milik Akmaludin, 47 tahun, warga RT 01 RW 01 Desa Ntoke dan rumah Sarafiah, 56 tahun, warga RT 23 RW 09 Desa Nunggi.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), selain mengakibatkan dua rumah roboh, angin puting beliung juga sejumlah rumah rusak ringan. Serta merusak fasilitas ibadah dan juga fasilitas pendidikan.

Akibat angin tersebut, rumah milik Akmaludin dan Sarafiah sudah tidak bisa ditempati. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Karena saat kejadian, pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah keluarganya.

Misalnya saja Akmaludin. Berdasarkan keterangan dari tetangganya, rumah milik Akmaludin roboh Selasa malam (7/2) sekitar pukul 24.00 Rita. Saat rumahnya roboh, Akmaludin dengan istri dan anaknya sudah mengungsi ke rumah orangtuanya.

a�?Saat itu, karena angin begitu kencang mereka turun dan mengungsi. Saat rumah ini roboh, sudah tidak ada penghuni di dalamnya,a�? ujar Usman, tetangga Akmaludin.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sarafiah warga Desa Nunggi. Saat rumahnya roboh, Sarafiah sudah tidak berada di atas rumah. Ia mengungsi ke rumah tetangganya. Beberapa saat kemudian, tiba a�� tiba rumahnya roboh karena tidak mampu menahan kencangnya angin saat itu.

a�?Saya diminta sama tetangga untuk turun dari rumah saat itu. Mereka khawatir rumah saya roboh,a�? ujarnya.

Terkait jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HM Taufik Rusdy mengaku belum memiliki data yang jelas. Tim BPBD masih melakukan pendataan di seluruh wilayah Kecamatan Wera.

Namun diakui Taufik, akibat angin puting beliung tersebut ada dua rumah warga yang roboh. Satu unit sekolah yang atapnya rusak dan ada satu tempat ibadah yang juga rusak atapnya.

a�?Tim kami sedang mendata untuk sementara kami tidak bisa memastikan berapa jumlah kerusakan akibat angin kencang itu,a�? katanya.

Sementara itu, akibat puting beliung kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 6 satu atap Desa Ntoke Kecamatan Wera terganggu. Atap empat ruang kelas di sekolah itu rusak akibat angin puting beliung. Kondisi tersebut berlangsung selama satu minggu terakhir.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), Kamis pagi (9/2) aktivitas KBM diA� sekolah ini tidak berjalan seperti biasa. Ruang kelas terlihat sepi. Hanya sedikit siswa yang mengikuti KBM.

Sekitar pukul 09.45 Wita siswa dipulangkan. Lantaran wilayah tersebut diguyur hujan dengan kondisi angin yang begitu kencang.

Kasman, guru SMPN 6 Satu Atap Desa Ntoke menjelaskan, aktivitas KBM di sekolah itu sudah satu minggu terakhir terganggu. Pihak sekolah khawatir dengan keselamatan siswa, sehingga siswa dipulangkan lebih awal.

a�?Akibat angin kencang tiga hari terakhir, atap empat ruangan di sekolah kami rusak. Dua ruang kelas rusak parah dan dua lainnya rusak ringan,a�? ujarnya.

Menurut Kasman hampir setiap hari siswa selalu dipulangkan lebih awal. Karena kekhawatiran akan terjadinya banjir. Mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut cukup tinggi.

Diakui Kasman, siswa di sekolah tersebut bukan hanya warga Desa Ntoke. Dari 64 orang siswa, 50 persen dari mereka merupakan warga di seberang Sungai Desa Ntoke.

a�?Karena sebagian siswa kami tinggal di seberang sungai, mereka terpaksa kami pulangkan kalau hujan sudah turun. Kami khawatir kalau terjadi banjir mereka tidak bisa pulang,a�? bebernya.

Terkait kondisi sekolah tersebut, Kasman mengaku sudah melaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bima. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk memperbaiki atap sekolah tersebut agar aktivitas KBM berjalan normal kembali.

a�?Kami sangat berharap semoga atap yang rusak ini segera diperbaiki,a�? harapnya.

Kondisi memprihatinkan juga terlihat di SDN Inpres Ntoke. Tiga ruang kelas terlihat ada air yang mengalir. Air tersebut keluar dari ubin lantai kelas ketika hujan turun. Diperkirakan dasar bangunan mengalami masalah setelah bronjong di belakang sekolah ambruk.

a�?Setiap hujan turun, kondisi tiga ruang kelas seperti ini,a�? ujarA� Kepala SDN Inpres Ntoke Syarhan.

Diakui Syarhan, aktivitas KBM di sekolah yang memiliki siswa sebanyak 149 orang itu tidak berjalan normal ketika hujan turun. Siswa terpaksa harus dipulangkan lebih awal.

a�?Mau belajar bagaimana, anak a�� anak sibuk main air. Lebih baik kami pulangkan. Kondisi tersebut bisa dilihat di kelas 2, 3 dan 4,a�? jelasnya.

Terkait hal itu, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bima. Namun sejauh ini belum ada pihak dinas yang turun melihat kondisi sekolah tersebut.

a�?Kami sudah melaporkannya, semoga dalam waktu dekat sekolah kami bisa diperbaiki,a�? pungkasnya.

Usai puting beliung, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti PutriA� langsung mengunjungi korban angin puting beliung di Kecamatan Wera. Dalam kunjungannya tersebut, bupati menyerahkan bantuan untuk korban yang rumahnya roboh dan rusak parah.

Rombongan bupati tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 12.45 Wita. Bupati Bima didampingi camat Wera langsung menuju lokasi rumah warga yang roboh akibat puting beliung.

Ada beberapa lokasi yang dikunjungi Bupati Bima. Diantaranya Desa Nunggi dan Desa Bala. Di dua desa tersebut, beberapa warga yang rumahnya rusak didatangi. Bupati juga menyempatkan diri melihat kondisi jembatan Bala dan aliran sungai di wilayah tersebut.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri menjelaskan, kehadirannya untuk mengunjungi korban angin puting beliung. Diakui bupati perempuan pertama di NTB itu, ada beberapa warga yang rumahnya roboh dan rusak parah. Namun ia belum mengetahui jumlah pasti rumah yang rusak.

a�?Pemerintah desa dan kecamatan masih mendata rumah yang rusak akibat angin kencang. Namun dari informasi yang kami terima, kerusakan terbanyak ada di Desa Nunggi,a�? jelasnya.

Menurut Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima tersebut, untuk sementara korban puting beliung hanya ada di Kecamatan Wera. Untuk kecamatan lain masih dilakukan pemantauan.

Ia mengimbau warganya untuk tetap waspada. Mengingat cuaca buruk masih terjadi di wilayah Bima dan sekitarnya.

a�?Untuk sementara informasi yang kami terima hanya di Kecamatan Wera. Kami juga mengimbau warga untuk memangkas dahan pohon yang ada disekitar rumah mereka, jika sudah terlalu tinggi. Menghindari terjadinya hal a�� hal yang tak diinginkan ketika angin kencang melanda,a�? pungkasnya. (yet/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara