Lombok Post
Metropolis

Pak Latif Masih Ingin Bertahan

Kadis Pariwisata Kota Mataram HA Latif Nadjib. Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Kadis Pariwisata Kota Mataram HA Latif Nadjib mengatakan masih ingin bertahan di kantornya saat ini. Kendati sudah mendapat beberapa kali informasi kalau kantor itu akan digunakan, ia menjelaskan belum ada perintah resmi untuk keluar.

“Kalau bisa sih tetap di sana,a�? ujarnya.

Kantornya saat ini memang menumpang aset milik Pemerintah Provinsi NTB. Jika benar jadi digunakan, maka ia tentu harus angkat kaki.

Persoalannya, hingga kini Mataram masih tak mempunyai opsi lain. Sehingga ia pribadi tak tahu hendak pindah ke mana jika jadi harus mengosongkan lokasi itu. a�?Kalau belum dipakai, ya kita bertahan dulu,a�? katanya.

Salah satu keinginannya adalah berkantor di area Pasar Seni Sayang-sayang. Lokasi itu adalah aset Kota Mataram. Selain itu, aktivitas di sana sangat berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sebagai pihak yang mengurusi pariwisata.

Namun, untuk merealisasikan hal itu, jika pun benar disetujui, masih memerlukan waktu panjang. Kantor baru harus dibangun di sana. Sebelum itu, tentu harus dilakukan pembahasan terlebih dahulu dengan legislatif.

Paling cepat butuh waktu hingga satu tahun lamanya. “Tentu tak bisa sekarang,a�? tambahnya.

Atas kondisi saat ini, ketiadaan kantor lain dan keinginan pemprov memanfaatkan aset tersebut, ia hanya bisa menunggu perkembangannya.

Sebelumnya Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito juga meminta agar Latif dan staf bertahan dulu di sana. Sampai gedung itu benar-benar akan digunakan provinsi, Dinas Pariwisata Mataram diminta terus bekerja dengan baik dan tak terganggu kondisi yang berkembang. a�?Pakai saja dulu sembari kita carikan solusi,a�? pesannya.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, membenarkan surat permintaan pengambilan aset sudah masuk ke meja Sekda Kota Mataram. a�?Benar ada surat permintaan,a�? kata Syakirin.

Hanya saja, lanjut dia, dengan masuknya surat itu tidak serta merta Dispar harus segera kemas-kemas keluar. Sampai saat ini, lanjutnya, Sekda Kota dan Sekda Provinsi terus menjalin komunikasi, mencari jalan keluar terbaik mengatasi keterbatasan kantor.

“Saya rasa masing-masing (Pemkot dan Pemprov) saling memahami posisi (kekurangan ruangan kantor),a�? ujarnya.

Syakirin mengisyaratkan Kota akan kekurangan kantor, jika aset itu jadi diambil alih provinsi. Karena itu, sampai saat ini pembicaraan masih terus berlanjut. Mencari solusi terbaik ditengah keterbatasan kantor kosong yang dialami Kota dan Provinsi.

a�?Jadi harus dipikirkan provinsi juga, jangan dong suruh kami pindah, nanti (Dispar) berkantor di mana?a�? terangnya.

Syakirin mengaku, sudah berusaha mencari-cari kantor yang layak. Namun, ia belum menemukan tempat yang layak untuk ditempati.

Saat ditanya kemungkinan menempati Kantor UPTD Meteorologi Mataram, ia tegas mengatakan itu tidak mungkin karena keterbatasan ruangan di sana.

a�?Penuh oleh alat-alat lab juga. Tapi saya fikir penyelesaian ini akan manis nantinya,a�? cetusnya. (yuk/zad/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost