Lombok Post
Sportivo

Persipura di Ujung Tanduk

DI LUAR PREDIKSI: Pemain Persipura Ferinando Pahabol (tengah) dijaga dua pemain Persegres Husni Mubarok (kiri) dan Choi Hyun Yeon dalam laga Piala Presiden. Pada pertandingan ini Persipura kalah dengan sekor 1-2. RADAR JOGJA/JPG

SLEMAN a�� Pertandingan yang tersaji di Stadion Maguwoharo, Sleman semalam (9/2) berjalan dramatis. Betapa tidak, tim raksasa Persipura Jayapura dipaksa menelan pil pahit oleh Persegres Gresik United dalam lanjutan matchday 2 Grup A Piala Presiden 2017. Skor 2-1 (1-0) untuk Persegres menghiasi laga itu.

Dua gol Persegres dicetak oleh Jecky Arisandi jelang turun minum dan Arsyad Yugiantoro pada menit 65. Sedangkan Persipura hanya bisa membalas dengan sebiji gol saja. Itu pun merupakan gol bunuh diri dari kiper Kebo Girasa��julukan Persegresa��Aji Saka setelah Yustinus Pae melepas tembakan ke gawang.

Padahal, sebelumnya pelatih Persegres Hanafi pesimis bisa berbuat banyak melawan tim asuhan Angel Alfredo Vera tersebut. Apalagi, Persipura yang sudah diperkuat lagi oleh Boaz Solossa, karena sebelumnya cedera, cukup membuat pelatih 60 tahun tersebut tidak pede.

Di atas kertas, hasil ini di luar prediksi karena Mutiara Hitama��julukan Persipuraa��lebih diunggulkan. Maklum, kedua klub itu memang ibarat langit dan bumi. Persipura musim lalu merupakan kampiun TSC A 2016, sedangkan Persegres adalah penghuni peringkat dua dari bawah.

Sosok Hanafi rupanya masih menjadi mimpi buruk bagi tim Persipura Jayapura. Saat masih menukangi Perseru Serui, dia juga sukses menenggelamkan Boas Sollosa cs dua gol tanpa balas di Stadion Marora, Serui.

Hanafi tampak sumringah menyusul hasil kemenangan timnya. Dia menyebut timnya memiliki semangat bertarung yang patut diacungi jempol. a�?Mereka memiliki kemauan yang tinggi untuk menang. Sebab, melawan Persipura dibutuhkan lebih dari sekadar taktik bermain,a�? ujarnya usai pertandingan.

Arsitek asal Malang tersebut pun mengapresiasi kinerja anak asuhnya. Dia melihat Fitra Ridwan dkk mulai mengerti apa yang diinstruksikannya. Utamanya dalam pola penyerangan ke jantung pertahanan lawan yang membuahkan dua gol dari skema yang apik. a�?Permainan kombinasi seperti tadi akan kami asah terus,a�? tandas nahkoda asal malang itu.

Di sisi lain, Angel Alfredo Vera merasa kecewa melihat penampilan Boaz dkk. Pelatih asal Argentina merasa di babak pertama sulit membongkar pertahanan lawan karena kalah di lapangan tengah. a�?Mulai kuasai bola bagus, tapi ada counter-attack dari lawan pemain kami sudah kebingungan,a�? ucapnya.

Barisan tengah yang dipimpin oleh Nelson Alom tidak bisa membawa permainan. Walaupun masih punya kesempatan, Manu Wanggai dkk malah seringkali buang peluang. a�?Kami punya banyak peluang dari Boaz Solossa. Sayang, tendangnnya tidak menemui sasaran. Seandainya bisa masuk satu saja mungkin akan berbeda. Tapi pemain lain seperti Robertino juga banyak membantu,a�? ungkapnya.

Kesalahan lain pemainnya, kata Alfredo, karena terlalu buru-buru dalam menguasai bola. Saat sudah menyamakan kedudukan, pemain justru tampil tidak tenang karena terlalu ingin mengungguli skor.

Pertandingan terakhir lawan Mitra Kukar, Alfredo merasa harus lebih banyak berbenah. Dia pun merasa pesimis untuk lolos ke fase gugur karena peluang semakin tipis. a�?Kami perlu fokus pada kompetisi resmi. Piala Presiden hanyalah ajang evaluasi bagi kami untuk menghadapi Liga 1,a�? katanya.

Sementara itu, pertandingan lain Grup A mempertemukan antara tuan rumah PSS Sleman melawan Mitra Kukar kemarin sore. Hasil yang lebih dramatis tersaji pada partai yang berakhir dengan skor 3-3 (1-0) ini. Betapa tidak, PSS yang sempat unggul 3-0 malah terpaksa mengakhiri laga dengan berbagi poin lantaran para pemain Naga Mekesa��julukan Mitra Kukara��sukses menyamakan kedudukan jelang peluit panjang dibunyikan.

Di atas kertas, tim tamu juga lebih diunggulkan dari tim tuan rumah. Sayang, anak buah Jafri Sastra tersebut malah kewalahan meladeni perlawanan PSS yang notabene tim kasta kedua.

a�?Kami sempat menghadapi 55 menit yang blank. Tapi bisa bangkit,a�? ujar pelatih 51 tahun tersebut dalam jumpa pers selepas pertandingan.

Jafri mengakui, tim besutan Freddy Muli itu memainkan laga dengan lebih baik di menit itu. Sebagai finalis turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, serangan balik pasukan Sleman sangat luar biasa.

Beruntung, kata Jafri, Mitra memiliki pemain sekelas Zulham Zamrun yang dapat mengembalikan permainan dalam kendali mereka. a�?Dia (Zulham) bisa dan membantu menentukan irama permainan,a�? imbuhnya.

Dengan hasil ini, Mitra Kukar yang berada posisi teratas klasemen sementara Grup A tidak tergeser. Hasil itu diraih dari koleksi masing-masing satu kemenangan dan seri dengan 4 poin. Sementara Persegres dari posisi juru kunci, kini menguntit di bawah Mitra Kukar pada posisi runner-up. Posisi kurang menguntungkan dimiliki oleh Persipura yang berada di dasar klasemen dengan hanya satu poin.

Peluang semua tim masih terbuka lebar. Persipura pun bisa saja lolos asalkan mampu meraih poin penuh pada laga pamungkas melawan Mitra Kukar. Mitra Kukar sendiri perlu waspada, karena tiga klub lain masih bisa mengkudeta posisinya. (dit/ori/jpg/r1o)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post